Home Berita Internasional Trump Pertimbangkan Kesepakatan Akhir dengan Iran

Trump Pertimbangkan Kesepakatan Akhir dengan Iran

Sumbawanews.com,- Prospek kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik masih kabur, meski Presiden Donald Trump menyatakan akan membuat “keputusan akhir” dalam waktu dekat. Sementara itu, pejabat Iran menegaskan bahwa belum ada kesepahaman apa pun, dan Teheran akan menilai janji-janji Washington melalui tindakan nyata, bukan pernyataan lisan.

Menteri Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menolak pendekatan AS yang berbasis tuntutan, menilai blokade maritim yang diberlakukan kapal-kapal Amerika di Selat Hormuz sebagai tindakan ilegal. “Kami tidak akan mengambil langkah apa pun sampai AS bertindak terlebih dahulu,” tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, kepala negosiator Iran, menekankan prinsip saling tindak-balas dalam setiap kemungkinan kesepakatan.

Di tengah ketegangan diplomatik, pertempuran terus berlanjut di kawasan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa pasukan Israel telah melintasi Sungai Litani di Lebanon selatan, memperluas operasi militer ke wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai garis batas strategis. Serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir dilaporkan menewaskan dan melukai puluhan warga sipil di berbagai titik di Lebanon, termasuk di dekat Nabatieh dan wilayah Bekaa Barat.

Di Washington, Pentagon menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan Lebanon, sambil menyebut pembicaraan militer antara delegasi Israel dan Lebanon di ibu kota AS sebagai “produktif”. Namun, tidak ada indikasi bahwa kedua pihak akan segera menghentikan permusuhan. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dalam pertemuan Shangri-La Dialogue di Singapura, menyerukan sekutu-sekutu AS untuk meningkatkan belanja pertahanan minimal 3,5 persen dari PDB mereka. Hegseth juga mengumumkan rencana investasi senilai $1,5 triliun untuk memperkuat basis industri militer AS, sekaligus menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Di tengah semua ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) terus memperkuat patroli udara dan maritim di Timur Tengah, dengan gambar pesawat tempur F-16 yang sedang berpatroli menjadi simbol kesiapan militer AS. Namun, di Gedung Putih, kejelasan tetap belum tercapai. Juru bicara Presiden Trump belum memberikan rincian konkret mengenai kemajuan negosiasi, meskipun analis memperkirakan bahwa pelonggaran blokade di Selat Hormuz akan menjadi indikator utama kemajuan.

Di Israel utara, alarm serangan udara kembali berbunyi setelah beberapa proyektil—kemungkinan roket atau drone—diluncurkan dari Lebanon. Meski tidak ada korban jiwa, serangan itu memperkuat kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas ke wilayah yang lebih dalam di Israel.

Sementara itu, Iran menolak semua klaim bahwa mereka telah mengambil langkah konkret untuk mengurangi ketegangan. “Kami tidak menunggu janji. Kami menunggu tindakan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, yang menegaskan bahwa setiap perubahan kebijakan AS harus dibuktikan melalui penghentian sanksi, pencabutan blokade, dan pengembalian aset yang dibekukan.

Dengan Trump mempertimbangkan keputusan akhirnya, dunia menahan napas—apakah diplomasi akan menang, atau konflik yang telah berlangsung selama 92 hari ini akan memasuki fase baru yang lebih berbahaya.

Previous articlePDIP Luncurkan Lagu Kebanggaan Bung Karno
Next articleIsrael Rencanakan Kuasai 70 Persen Gaza, Hamas Desak PBB Bertindak
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik