Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) telah menyetujui pelucutan senjata total terhadap Hamas di Gaza, sebagai syarat penarikan pasukan Israel. Ia menambahkan, pasukan stabilisasi internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina baru untuk menjamin keamanan wilayah tersebut, sementara kabar beredar bahwa Indonesia berpotensi mengirimkan pasukan dalam misi ini.
Trump mengklaim kesepakatan itu bersifat “bersejarah” dan akan memungkinkan Israel menarik diri dari Gaza setelah Hamas melepaskan seluruh senjatanya. Menurut pernyataannya di Truth Social, pasukan internasional akan menjaga stabilitas, sementara pemerintahan Palestina yang baru akan mengelola wilayah itu bersama BoP. Laporan dari Al Jazeera menyebut pelucutan senjata akan dilakukan secara bertahap berdasarkan sektor, dengan penempatan bertahap petugas polisi Palestina.
Namun, pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan resmi atas isu ini. Sebelumnya, pada Maret 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza di bawah misi BoP, setelah awalnya mempertimbangkan pengiriman hingga 20.000 orang. Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa peran TNI dalam Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) bersifat non-kombatan dan non-pelucutan senjata, dengan fokus pada bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil, kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan kepolisian Palestina. Delapan batasan nasional mengikat partisipasi Indonesia, termasuk larangan terlibat dalam misi militer atau demiliterisasi.















