Sumbawanews.com,- Israel dilaporkan terkejut mendengar keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatalkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam. Menurut sejumlah sumber media Israel, pihaknya tidak dilibatkan dalam pembicaraan terakhir antara Washington dan Teheran, bahkan tidak mengetahui adanya kesepakatan yang hampir final.
Trump mengumumkan keputusan itu melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa negosiasi dengan Republik Islam Iran telah mencapai tingkat tertinggi kepemimpinan Teheran dan mendapat persetujuan—termasuk dari Israel. Ia menegaskan, serangan yang direncanakan dibatalkan karena kemajuan diplomatik yang “sangat signifikan,” dengan penandatanganan resmi rencana damai akan diumumkan dalam waktu dekat.
Namun, pejabat Israel yang enggan disebutkan identitasnya menyangkal klaim tersebut. Media Channel 12 mengutip sumber dalam pemerintahan Israel yang menyatakan tidak ada bukti konkret bahwa kesepakatan apa pun telah dicapai. Sebaliknya, mereka menduga Trump mungkin menerima informasi yang tidak lengkap atau bahkan salah dari pihak Iran.
Ketegangan AS-Iran memang sempat memuncak dalam beberapa pekan terakhir, menyusul serangkaian serangan balasan Iran terhadap target Israel dan kekhawatiran akan eskalasi militer yang lebih luas. Baru beberapa hari sebelum pengumuman Trump, AS dikabarkan telah menembak jatuh drone Iran di wilayah perbatasan, sementara Iran sendiri mengklaim telah menahan diri dalam upaya mencapai penyelesaian damai.
Ketidaksesuaian antara pernyataan Trump dan respons Israel memicu spekulasi luas di kalangan analis keamanan. Beberapa ahli menduga bahwa Trump mungkin memanfaatkan narasi “damai yang hampir tercapai” untuk mengalihkan perhatian dari tekanan politik domestik, sementara yang lain mempertanyakan apakah pihak Iran memang benar-benar menyetujui syarat-syarat yang diajukan AS—termasuk pelonggaran sanksi dan pelepasan aset senilai 428 triliun rupiah yang selama ini dibekukan.
Sementara itu, warga Iran di Tehran sempat merayakan serangan rudal balasan terhadap Israel beberapa hari sebelumnya, dengan pesta jalanan dan bendera yang berkibar. Kini, ketidakpastian kembali menghantui kawasan: apakah ini awal dari sebuah perjanjian sejarah, atau hanya jeda sementara sebelum badai baru melanda?
Dengan keputusan Trump yang tiba-tiba, dunia kini menunggu apakah Teheran akan merespons dengan langkah diplomatik yang kredibel—atau justru memanfaatkan kebingungan ini untuk memperkuat posisinya. Untuk Israel, yang selama ini menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial, keputusan Washington menjadi ujian besar terhadap kepercayaan mereka pada sekutu utama.

















