
Sumbawanews.com,- Dallas — Sebuah kebakaran hebat meluluhlantakkan sebuah kompleks perumahan di Dallas, Texas, setelah petugas mendapat laporan kebocoran gas. Tiga orang tewas dalam insiden itu, termasuk seorang anak-anak. Pihak berwenang masih berusaha mengidentifikasi sejumlah warga yang hingga kini belum ditemukan.
Api yang membesar dengan cepat melahap bangunan bertingkat beberapa lantai di kawasan perumahan padat penduduk, memaksa ratusan warga melarikan diri dalam kepanikan. Tim pemadam kebakaran bekerja selama berjam-jam untuk mengendalikan kobaran api yang menyebar ke beberapa unit apartemen, sementara tim pencari dan penyelamat bergerak di antara puing-puing yang masih panas.
Laporan awal menyebutkan kebocoran gas sebagai penyebab awal kebakaran, meskipun penyelidikan resmi masih berlangsung untuk menentukan titik pasti asal api dan apakah ada kelalaian teknis atau manusia yang turut berperan. Sejumlah korban terjebak di lantai atas, di mana akses evakuasi terhambat oleh tebalnya asap dan runtuhnya struktur bangunan.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu menggambarkan pemandangan mengerikan: jeritan, ledakan kecil, dan tubuh-tubuh yang ditarik keluar dari jendela oleh petugas penyelamat menggunakan tangga panjang. Seorang warga bernama Maria Lopez mengatakan, “Saya dengar teriakan dari lantai tiga. Saya lihat seorang ibu berpegangan pada pagar, sementara anaknya menangis di tangannya. Mereka tidak sempat turun.”
Pemerintah kota Dallas telah membuka pusat bantuan darurat di dekat lokasi kejadian untuk menampung korban yang kehilangan tempat tinggal. Sejumlah organisasi sosial dan relawan turut berdatangan membawa pakaian, makanan, dan dukungan psikologis.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dallas, Michael Torres, dalam konferensi pers mengatakan, “Ini adalah salah satu kebakaran paling mematikan yang pernah kami tangani dalam beberapa tahun terakhir. Kami tidak akan berhenti sampai semua korban ditemukan dan keluarga mereka mendapat kejelasan.”
Kebakaran ini memicu debat nasional tentang keselamatan bangunan perumahan tua di Amerika Serikat, terutama di kota-kota besar yang mengalami lonjakan populasi tanpa peningkatan signifikan dalam standar keamanan infrastruktur. Para aktivis menuntut audit mendadak terhadap seluruh kompleks perumahan yang berusia lebih dari 20 tahun, terutama yang masih menggunakan sistem pipa gas lama.
Sampai berita ini diturunkan, otoritas belum mengumumkan identitas korban, namun pihak keluarga diminta menghubungi pusat identifikasi korban bencana yang telah didirikan di Rumah Sakit Parkland.














