Home Berita Internasional Starmer Diisukan Mundur, Partai Buruh Hadapi Pergolakan Internal

Starmer Diisukan Mundur, Partai Buruh Hadapi Pergolakan Internal

Sumbawanews.com,- Jakarta – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer diisukan akan mengumumkan pengunduran dirinya dalam waktu dekat, menyusul tekanan politik yang semakin menguat dari dalam tubuh Partai Buruh. Kabar ini merebak setelah Andy Burnham, tokoh senior partai dan Wali Kota Greater Manchester, memenangkan pemilihan daerah Makerfield dengan suara telak pekan lalu—kemenangan yang dianggap sebagai sinyal kuat keinginan partai untuk mengganti kepemimpinan.

Menurut laporan media Inggris seperti The Guardian dan BBC, Starmer tengah menyusun pidato pengunduran diri yang diperkirakan akan disampaikan pada Senin (22/6). Tekanan berasal dari sejumlah anggota parlemen Partai Buruh yang khawatir popularitas partai terus merosot, terutama setelah kinerja pemerintah di berbagai sektor—mulai dari ekonomi hingga layanan publik—mendapat kritik tajam dari publik. Dalam sistem partai, pemimpin Partai Buruh harus merupakan anggota Parlemen, sehingga kemenangan Burnham di Makerfield membuka jalan baginya untuk secara otomatis menjadi calon pengganti Starmer.

Burnham, yang telah memimpin Greater Manchester sejak 2017, telah lama menyatakan minatnya untuk memimpin partai. Ia dikenal sebagai politisi pragmatis yang mampu menyeimbangkan kebijakan sosial-demokratik dengan realitas ekonomi, dan dianggap sebagai sosok yang bisa menyatukan kembali basis Partai Buruh yang terpecah. Jika tidak ada pesaing serius, Burnham berpotensi langsung menjadi Perdana Menteri Inggris berikutnya, mengingat Partai Buruh masih memegang mayoritas kuat di House of Commons.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyambut isu ini lewat unggahan di platform Truth Social. “Keir Starmer akan mengundurkan diri. Saya mendoakan yang terbaik untuknya,” tulis Trump, menunjukkan perhatian luar biasa dari luar negeri terhadap dinamika politik internal Inggris.

Jika pengumuman resmi keluar, Starmer diperkirakan tetap menjabat hingga akhir musim panas, memberi waktu bagi partai untuk menyelenggarakan konferensi kepemimpinan pada akhir September. Dalam waktu itu, proses pemilihan pemimpin baru akan berlangsung, dengan Burnham sebagai favorit utama.

Starmer, yang menjabat sejak Juli 2024, sempat dianggap sebagai penyelamat Partai Buruh setelah kekalahan telak dalam pemilu 2019. Namun, tekanan dari dalam dan kegagalan memenuhi janji-janji reformasi telah menggerogoti legitimasinya. Pengunduran dirinya, jika terjadi, akan menjadi momen bersejarah—bukan hanya karena mengakhiri masa kepemimpinannya yang singkat, tetapi juga karena membuka babak baru dalam upaya partai membangun kembali kepercayaan rakyat Inggris.

Previous articleRaja Charles Ungkap Pajak Pribadi, Terobosan Transparansi Kerajaan
Next articleDieng Caldera Race Jadi Magnet Wisata Olahraga
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik