Home Berita Internasional Southampton Tetap Dukung Eckert Meski Terlibat Skandal Mata-Mata

Southampton Tetap Dukung Eckert Meski Terlibat Skandal Mata-Mata

Sumbawanews.com,- Manajer Southampton, Tonda Eckert, meminta maaf secara terbuka atas skandal “spygate” yang membuat klubnya dikeluarkan dari babak final play-off Championship, namun pemilik klub Dragan Solak tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mengpecat pelatih berusia 33 tahun itu. Dalam pernyataan video selama delapan menit, Eckert mengakui tanggung jawab penuh atas insiden yang merusak reputasi tim dan menggagalkan peluang promosi ke Premier League.

Southampton awalnya lolos ke final play-off setelah mengalahkan Middlesbrough 2-1 agregat di semifinal. Namun, setelah terungkap bahwa timnya menyusup dan mengamati sesi latihan lawan—termasuk dua kasus serupa selama musim—komisi disiplin Liga Inggris (EFL) memutuskan untuk mengusir Southampton dari final. Keputusan itu didasarkan pada temuan bahwa ada “rencana terstruktur dari atas ke bawah” untuk mendapat keunggulan tidak sportif. Selain dikeluarkan dari final, klub juga dikenai sanksi pengurangan empat poin untuk musim 2026-27, dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang menyelidiki kemungkinan sanksi pribadi terhadap Eckert.

Eckert, yang diangkat pada Desember 2025, membandingkan praktik pengawasan latihan lawan dengan yang lazim terjadi di Italia dan Jerman. Ia menyebut bahwa pelatih seperti Pep Guardiola pun pernah mengakui bahwa pengamatan sesi latihan adalah bagian dari budaya sepak bola Eropa. Namun ia mengakui, “Ini bukan alasan. Di liga ini, aturannya jelas, dan saya melanggarnya.”

Meski demikian, pemilik klub asal Serbia, Dragan Solak, menolak tekanan untuk memecat Eckert. Dalam pernyataannya, Solak menyebut masa kepelatihan Eckert selama enam bulan terakhir sebagai “sukses besar”, dengan performa tim yang “luar biasa” di sepanjang musim 2026. “Kami sepenuhnya mendukungnya. Tujuan kami hanya satu: kembali ke Premier League,” tegas Solak.

Solak bahkan menuding media telah menjadikan Eckert sebagai “kambing hitam” dan menyebut hukuman yang dijatuhkan terlalu berat. “Saya percaya Tonda tidak tahu bahwa tindakan itu melanggar aturan. Ia adalah pelatih yang layak didukung, bukan dihukum,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC.

Kemenangan Hull City atas Middlesbrough di final play-off—yang kemudian diputuskan ulang setelah Southampton dikeluarkan—mengantarkan tim asal Yorkshire itu promosi ke Premier League, dengan estimasi pendapatan tambahan sebesar £200 juta ($268 juta). Sementara itu, Southampton kini harus bangkit dari kehancuran moral dan finansial, dengan masa depan klub bergantung pada keputusan FA dan keyakinan pemilik bahwa Eckert masih bisa memimpin mereka kembali ke puncak.

Eckert, yang masih menghadapi kemungkinan sanksi individu, berjanji akan belajar dari kesalahan ini. “Saya tidak hanya menyesal atas kekalahan di lapangan,” katanya. “Saya menyesal telah mengkhianati kepercayaan para suporter yang telah mendukung kami sejak awal.”

Previous articleKampus Boleh Bangun SPPG, Tapi Bukan Kewajiban
Next articleWithings Rilis Timbangan Cerdas untuk Pemakai Obat Penurun Berat Badan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik