Home Berita Internasional Rusia Dituduh Serang Rumania dengan Drone, NATO Minta Pertanggungjawaban

Rusia Dituduh Serang Rumania dengan Drone, NATO Minta Pertanggungjawaban

Sumbawanews.com,- Rumania mengutuk keras insiden jatuhnya drone di gedung apartemen di kota Galati, timur negara itu, yang menewaskan dua orang luka ringan dan memicu kebakaran kecil. Pemerintah Rumania menegaskan drone tersebut berasal dari Rusia, setelah terdeteksi radar militer sebelum menabrak atap bangunan. Insiden ini, yang terjadi pada Jumat (29/5), langsung memicu reaksi tajam dari NATO dan sekutu Eropa, yang menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rumania segera memanggil Dubes Rusia untuk menyampaikan protes resmi. Menteri Luar Negeri Oana Toiu menegaskan, “Kami akan mengkomunikasikan konsekuensi diplomatik atas ketidakbertanggungjawaban Federasi Rusia—baik di tingkat bilateral maupun di kancah Eropa.” Presiden Nicusor Dan menambahkan, “Rumania tidak akan pernah menerima agresi Rusia terhadap Ukraina yang meluas ke wilayah kami.”

Pasukan udara Rumania langsung mengerahkan dua jet tempur F-16 dan satu helikopter untuk memantau wilayah udara, sambil mengeluarkan peringatan darurat kepada warga sekitar lokasi kejadian. Evakuasi segera dilakukan, dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang muncul akibat dampak ledakan kecil dari drone.

Insiden ini bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, Estonia, Latvia, Lithuania, dan Finlandia juga melaporkan pelanggaran udara serupa, diduga berasal dari drone atau pesawat tak berawak Rusia yang melintasi batas negara NATO. Menteri Urusan Eropa Prancis, Benjamin Haddad, menyebut pola ini sebagai “tanda bahaya nyata terhadap stabilitas Eropa.” Sementara Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, menegaskan: “Entah disengaja atau karena kesalahan teknis, Rusia tetap menjadi ancaman yang harus dihadapi dengan serius.”

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan, “Perang agresi Rusia telah melampaui batas Ukraina—kini menyentuh tanah sekutu NATO.” Pernyataan senada datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang memperingatkan bahwa setiap insiden semacam ini berisiko memicu eskalasi tak terduga, dengan konsekuensi yang bisa melampaui kendali.

Namun, Moskow membantah tudingan itu. Presiden Vladimir Putin menyatakan, “Belum ada bukti konkret bahwa drone itu milik Rusia. Sebelum pemeriksaan fisik dilakukan, semua asumsi hanyalah spekulasi.” Ia pun menunjuk pada insiden sebelumnya di mana drone Ukraina pernah terdeteksi di wilayah udara Finlandia dan Polandia, seolah mengalihkan tanggung jawab.

Namun, para analis militer dan diplomatik menilai bahwa pola serangan drone yang semakin sering dan akurat di perbatasan NATO—terutama di wilayah timur—menunjukkan perubahan strategi Rusia: memperluas tekanan tanpa perang terbuka, sambil mempertahankan deniability politik. Rumania, sebagai anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Ukraina, kini menjadi titik rawan baru dalam konflik yang semakin meluas.

Previous articleGalaxy Z Fold 8 Wide Bocor, Samsung Siap Revolusi Layar Lipat
Next articlePelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Jaksel Ditangkap
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik