Home Berita Internasional Ratko Mladic, Sang Jagal Bosnia, Tewas di Penjara Usia 84 Tahun

Ratko Mladic, Sang Jagal Bosnia, Tewas di Penjara Usia 84 Tahun

Sumbawanews.com,- Ratko Mladic, mantan panglima militer Serbia Bosnia yang dihukum seumur hidup atas kejahatan perang di perang Balkan 1990-an, meninggal dunia pada usia 84 tahun di Unit Penahanan PBB di Den Haag, Belanda, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Ia tewas dalam tahanan setelah menjalani hukuman atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembersihan etnis yang melibatkan pembantaian Srebrenica dan pengepungan Sarajevo. Pengacaranya, Dragan Ivetic, mengonfirmasi kematiannya kepada CNN, sementara media Serbia RTS melaporkan kondisi kesehatannya memburuk akibat serangkaian stroke dan gangguan jantung.

Mladic, yang dikenal sebagai “Jagal Bosnia”, memimpin pasukan Serbia dalam kampanye pembersihan etnis terhadap warga sipil non-Serbia di Bosnia pada awal 1990-an. Ia dihukum pada 2017 oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) atas 11 dakwaan, termasuk genosida di Srebrenica, di mana lebih dari 8.000 laki-laki dan anak lelaki Muslim dibunuh secara sistematis. Hakim ICTY Fouad Riad menyebut kekejaman itu sebagai “pemandangan seperti neraka” — ribuan korban dieksekusi, dikubur hidup-hidup, atau dibantai di depan keluarga mereka. Pengepungan Sarajevo selama hampir empat tahun juga menewaskan lebih dari 10.000 warga sipil, termasuk banyak anak-anak.

Mladic sempat buron selama 16 tahun setelah didakwa pada 1995, sebelum ditangkap di Serbia pada Mei 2011. Ia menjalani persidangan selama lebih dari empat tahun, menolak bertanggung jawab dan menyalahkan bawahannya. Meski pengacaranya mengajukan permohonan pembebasan karena kondisi kesehatan yang kritis pekan sebelumnya, permohonan itu ditolak. Ia telah menghabiskan 15 tahun di penjara sejak penangkapannya.

Lahir pada 12 Maret 1942 di Kalinovik, Yugoslavia, Mladic tumbuh dalam bayang-bayang Perang Dunia II setelah ayahnya dibunuh oleh kelompok fasis Ustasha. Ia lulus dari akademi militer Beograd pada 1965, bergabung dengan Partai Komunis, dan naik pangkat menjadi kepala staf angkatan bersenjata Republik Serbia Bosnia setelah Yugoslavia runtuh. Pasukannya mendapat dukungan senjata dari Presiden Serbia Slobodan Milosevic. Hingga akhir hayatnya, Mladic tak pernah menunjukkan penyesalan atas perannya dalam kekejaman yang mengguncang Eropa pasca-Perang Dunia II.

Previous articlePolisi Bubarkan Demo Depan DPR karena Perusakan dan Pelanggaran Waktu
Next articleLiga Champions 2026/2027: 36 Klub Terungkap Lawan Lawan Berat di Fase Liga