Sumbawanews.com,- Para pelajar di Prancis melakukan unjuk rasa nasional pada 6 Oktober 2026 untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah, dengan sekitar seperempat juta orang turun ke jalan di berbagai wilayah. Presiden Donald Trump merespons aksi tersebut dengan menyalahkan Islam dan migrasi massal sebagai akar penyebabnya, dalam unggahan di Truth Social. “Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih negara yang dulunya hebat!” tegasnya, tanpa memberikan bukti apapun. Klaim Trump bertentangan dengan fakta di lapangan, di mana protes pelajar Prancis murni menuntut reformasi pendidikan, tanpa unsur agama atau identitas. Tokoh-tokoh sayap kanan Amerika, termasuk Glenn Beck dan Dave Rubin, memanfaatkan aksi ini untuk memperkuat narasi anti-imigrasi menjelang pemilihan paruh waktu AS. Pemerintah Prancis menanggapi dengan menolak narasi Trump, bahkan membandingkannya dengan sikap Iran, sambil berupaya menyebarkan narasi sendiri agar tidak dikuasai oleh interpretasi asing.















