Sumbawanews.com,- Cristiano Ronaldo, 41, mengakui kesalahannya dan siap menerima sanksi dari Federasi Sepak Bola Portugal (PFF) setelah meninggalkan kamp pelatihan timnas sehari sebelum laga melawan Denmark dalam lanjutan UEFA Nations League pada 1 Oktober lalu. Dalam unggahan resmi di media sosial pada Rabu (7/10) dini hari WIB, pemain legenda itu meminta maaf kepada rekan-rekannya di timnas dan seluruh masyarakat Portugal atas keputusannya yang dianggap melanggar disiplin. Ronaldo menegaskan bahwa sebagai kapten, tanggung jawabnya lebih berat, dan ia percaya sanksi harus diberikan tanpa dikurangi.
Ronaldo menjelaskan bahwa kepercayaannya terhadap pelatih telah “dirusak sepenuhnya,” seperti yang disaksikan oleh pihak-pihak yang hadir dalam percakapan tersebut. Namun, ia menyadari bahwa tindakan meninggalkan kamp latihan bukanlah solusi yang tepat. “Saya seharusnya tidak melakukan hal itu. Tanggung jawab ada pada diri saya sendiri,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa keberadaannya di tim setelah kejadian itu hanya akan merugikan tim, sehingga ia memilih untuk pergi—seperti yang selalu ia janjikan jika merasa tidak lagi berguna.
Menurut Ronaldo, keputusannya untuk pergi bukanlah bentuk pemberontakan, melainkan konsekuensi dari rasa tidak lagi bisa memberikan kontribusi positif. Ia menekankan bahwa aturan dalam sepak bola berlaku sama untuk semua, tanpa memandang status atau jabatan. “Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memperberat,” tegasnya. Ronaldo menegaskan bahwa ia tidak meminta pengampunan atas konsekuensi hukum atau administratif, karena ia percaya sanksi harus ditegakkan demi menjaga integritas tim.
Ia kembali memohon maaf kepada rakyat Portugal, mengakui bahwa pengingkaran janji terhadap kebanggaan nasional itu meninggalkan luka mendalam baginya. Dengan sikap terbuka dan tanggung jawab penuh, Ronaldo menyerahkan keputusan akhir kepada PFF, siap menerima apa pun hukuman yang dijatuhkan.















