Sumbawanews.com,- Militer Amerika Serikat menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional di Okinawa, Jepang, dan membatasi gerak personelnya keluar pangkalan setelah Lance Corporal Devin Jacob Ballard, 20, ditangkap atas dugaan pembunuhan dan perampokan terhadap Anna Yagi, 39, di Naha pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Insiden ini memicu respons tegas dari Komandan III Marine Expeditionary Force, Letjen Benjamin Watson, yang mengumumkan penangguhan aktivitas selama 48 jam mulai Rabu hingga Jumat, 9 Oktober 2026, serta mewajibkan seluruh personel mengikuti pelatihan disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas Okinawa. Watson menegaskan bahwa setiap interaksi dengan warga lokal bisa memperkuat atau merusak kepercayaan yang menjadi fondasi aliansi militer AS-Jepang. Polisi Okinawa menangkap Ballard setelah mengidentifikasi ciri-cirinya dari rekaman kamera pengawas yang menunjukkan ia masuk dan keluar sendirian dari hotel tempat korban ditemukan tewas, diduga karena dicekik, lalu mengambil dompet dan tas ranselnya. Ballard, yang bertugas di Pangkalan Udara Futenma, membantah tuduhan tersebut, sementara korps marinir menyatakan ia berasal dari Ohio. Kasus ini memicu kemarahan masyarakat Okinawa yang telah lama protes terhadap keberadaan militer AS, terutama setelah serangkaian kasus kriminal serupa, termasuk pemerkosaan terhadap remaja pada 2024 yang terlambat diungkap. Jumlah kasus kriminal yang melibatkan personel AS di Okinawa naik menjadi 101 pada tahun lalu, dari sekitar 40 kasus pada 2020.
Home Berita Internasional Marinir AS Ditangkap Usai Bunuh Warga Okinawa, Militer Batasi Gerak Personel















