Sumbawanews.com,- Jepang mengalami gelombang panas ekstrem selama lima hari berturut-turut hingga 25 Juli 2026, dengan suhu melebihi 40 derajat Celsius di beberapa wilayah. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat ini sebagai periode panas terpanjang sejak pencatatan dimulai pada 2010, dan untuk pertama kalinya memperkenalkan istilah “kokushobi” — yang berarti “hari panas yang menyiksa” — untuk menyebut hari-hari dengan suhu di atas 40°C. Enam kota di Jepang bagian tengah, termasuk wilayah Prefektur Aichi dan Gifu, masuk dalam kategori ini pada hari terakhir gelombang panas. Peningkatan suhu ekstrem ini memicu ribuan kasus darurat medis, dengan 11.000 orang membutuhkan pertolongan antara 13 hingga 19 Juli, dan 14 orang meninggal setelah tiba di rumah sakit. Di Tokyo, 453 orang dirawat akibat gangguan kesehatan terkait panas pada 23 Juli — angka tertinggi dalam satu hari sejak pencatatan dimulai lebih dari sepuluh tahun lalu. JMA menekankan bahwa cuaca panas ekstrem kini harus dilihat sebagai bencana, mengingat sekitar 1.300 orang meninggal setiap tahun akibat panas, dan pemerintah menargetkan penurunan angka itu hingga separuhnya pada 2030. Rekor suhu tertinggi di Jepang tetap berada di 41,8°C di Isesaki pada 5 Agustus 2025. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi pendorong utama meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas di Jepang dan global.
Home Berita Internasional Jepang Catat Gelombang Panas Terpanjang, Suhu Tembus 40°C Lima Hari Berturut-turut















