Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa perdamaian di Gaza tidak cukup hanya berarti berhentinya kekerasan, tetapi harus diikuti segera dengan pemulihan layanan dasar, infrastruktur, dan penghidupan yang layak bagi rakyat Palestina. Pernyataan itu disampaikannya dalam High Level Roundtable on Gaza Early Recovery “From Sharm El-Sheikh to Phase II – Consolidating Peace and Early Recovery” di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 pada 23 September 2026. Indonesia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang. Sugiono menambahkan, proses rekonstruksi harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina sendiri, dengan dukungan internasional yang berfokus pada penguatan kapasitas lokal. Ia juga menyebut National Committee for the Administration of Gaza sebagai pihak yang dapat memainkan peran penting dalam upaya ini, sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang mendukung rencana perdamaian.















