Home Berita Internasional Israel Tembus Jantung Lebanon, Kuasai Kastel Beaufort

Israel Tembus Jantung Lebanon, Kuasai Kastel Beaufort

Sumbawanews.com,- Militer Israel berhasil merebut Kastel Beaufort, benteng bersejarah berusia 900 tahun di Lebanon Selatan, dalam operasi militer terdalam yang dilancarkan sejak 2000. Penguasaan atas situs warisan Perang Salib ini, yang terletak di atas tebing menghadap Sungai Litani, menandai lompatan strategis sekaligus pelanggaran terhadap perlindungan internasional yang sebelumnya diakui UNESCO.

Perebutan benteng yang pernah menjadi markas Hizbullah itu berlangsung setelah serangan udara intensif dan pertempuran darat sengit selama beberapa hari. Pasukan Brigade Golani berhasil mengibarkan bendera Israel di puncak reruntuhan kastel, sebuah simbol yang diumumkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai “titik balik” dalam kebijakan pertahanan negaranya. “Kami kembali ke Beaufort dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya,” tegas Netanyahu dalam pidato resmi, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penguasaan wilayah, melainkan perubahan paradigma dalam menangkal ancaman dari utara.

Kastel Beaufort, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu contoh arsitektur militer abad pertengahan paling terawat di Levant, secara resmi masuk dalam daftar situs budaya Lebanon yang mendapat perlindungan sementara tingkat tinggi dari UNESCO pada akhir 2024. Namun, pihak Israel mengklaim bahwa Hizbullah telah mengubahnya menjadi pusat komando dan peluncuran roket—alasan yang digunakan untuk membenarkan serangan militer. Pernyataan ini bertentangan dengan prinsip hukum humaniter internasional yang melarang penggunaan situs warisan budaya untuk tujuan militer.

Penguasaan Beaufort juga menjadi pintu masuk bagi perluasan operasi Israel jauh ke dalam wilayah Lebanon. Pasukan Israel kini telah menyeberangi Sungai Litani—sekitar 30 kilometer dari perbatasan—dan mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi warga sipil di desa-desa sepanjang Sungai Zaharani. Serangan udara paralel juga diluncurkan ke fasilitas senjata dan pusat komando Hizbullah di kawasan Tyre dan sekitarnya.

Korban jiwa dilaporkan di kedua belah pihak. Satu tentara Israel tewas dalam pertempuran jarak dekat, sementara Hizbullah mengklaim telah menghancurkan satu tank Israel di sekitar area kastel. Pemerintah Lebanon dan warga lokal di Arnoun mengecam serangan itu sebagai tindakan barbar yang mengabaikan nilai sejarah dan kemanusiaan.

Secara geopolitik, langkah Israel ini memperkeruh upaya diplomasi AS-Iran yang sedang berjalan. Meski Teheran menuntut gencatan senjata menyeluruh di Lebanon, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan memberi sinyal dukungan penuh kepada Netanyahu. Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan bahwa Trump secara langsung menegaskan “kebebasan bertindak penuh” bagi Israel dalam menghadapi ancaman di semua lini—termasuk di Lebanon.

Dengan jatuhnya Kastel Beaufort, Israel tidak hanya menguasai tanah, tetapi juga menggoyang fondasi hukum internasional yang selama ini melindungi warisan manusia dari kekerasan konflik. Bagi Lebanon, ini adalah luka sejarah yang dalam. Bagi Israel, ini adalah kemenangan taktis yang berisiko mengubah konflik lokal menjadi krisis regional yang tak terkendali.

Previous articleMendagri Tito Takziah ke Rumah Almarhum Ryamizard
Next articlePancasila Lahir dari Pidato Bung Karno
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik