Home Berita Internasional Iran Hentikan Negosiasi, Trump: Saya Tak Peduli

Iran Hentikan Negosiasi, Trump: Saya Tak Peduli

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak peduli jika Iran menghentikan semua upaya negosiasi damai melalui mediator. Dalam wawancara dengan NBC News dan CNBC, Trump menyebut bahwa diam—bukan pembicaraan—adalah respons yang lebih tepat terhadap sikap Teheran, yang menilai serangan Israel di Libanon sebagai pelanggaran tak dapat diterima.

“Saya pikir kami sudah terlalu banyak bicara. Diam akan sangat baik,” ujar Trump, menegaskan bahwa AS tidak akan terburu-buru kembali ke meja perundingan. Ia bahkan menyatakan, “Saya benar-benar tidak peduli jika negosiasi perdamaian dengan Iran berakhir.” Pernyataan itu disampaikan setelah kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengumumkan penghentian sementara semua pertukaran teks dan pembicaraan tidak langsung dengan Washington, sebagai protes atas serangan udara Israel di wilayah selatan Libanon.

Ketegangan di Timur Tengah memang memanas sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan balasan terhadap target militer Iran. Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan kepentingan AS di Teluk, sekaligus mengancam akan menutup Selat Hormuz—jalur strategis pengiriman minyak global. Gencatan senjata yang sempat berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan gagal memicu kesepakatan berkelanjutan, meski upaya diplomatik tetap berjalan di latar belakang.

AS tetap mempertahankan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan Pentagon melaporkan telah mengalihkan 121 kapal komersial dan melumpuhkan lima kapal yang diduga membawa barang terlarang. Iran menuntut penghentian total serangan di semua front—termasuk Libanon—sebagai syarat mutlak untuk kesepakatan damai permanen.

Trump menolak khawatir atas potensi lonjakan harga minyak akibat ancaman penutupan Selat Hormuz. “Saya pikir harga minyak akan turun drastis dalam waktu sangat dekat,” katanya, menambahkan bahwa tekanan ekonomi akibat blokade telah membuat Iran dalam posisi lemah. Ia juga mengaku akan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta klarifikasi atas operasi militer di Libanon, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dengan keputusan Iran menghentikan saluran komunikasi diplomatik, krisis antara Washington dan Teheran kini memasuki fase baru: bukan perang terbuka, tapi permainan psikologis antara dua kekuatan yang saling menunggu—siapa yang lebih dulu mengambil langkah pertama. Trump tampak memilih untuk tidak mengambil inisiatif, sekaligus memperkuat tekanan ekonomi sebagai senjata utama. Sementara itu, Iran menunggu—bukan hanya untuk penghentian serangan, tapi juga untuk sinyal bahwa AS benar-benar siap mendengarkan, bukan hanya berbicara.

Previous articleGunung Lewotobi Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1 Kilometer
Next articleRekrutmen Ekspedisi Patriot 2026 Harus Bebas Intervensi
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik