Home Berita Internasional Inggris Gagalkan Kapal Tanker Rusia, Ukraina Merespons Positif

Inggris Gagalkan Kapal Tanker Rusia, Ukraina Merespons Positif

Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menyambut hangat operasi militer Inggris yang berhasil mencegat kapal tanker diduga milik armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu (14/6). Menurut Sybiga, setiap kapal yang dihentikan bukan sekadar tindakan hukum, tapi serangan langsung terhadap mesin perang Moskow. “Kapal tanker Rusia adalah instrumen perang. Setiap pencegatan melemahkan keuangan mesin perang mereka,” ujarnya dalam unggahan media sosial, dikutip AFP.

Operasi yang berlangsung selama enam jam dini hari itu melibatkan kapal fregat HMS Sutherland dan helikopter Chinook milik Angkatan Laut Inggris. Tim Komando Marinir Kerajaan bersama aparat Badan Kejahatan Nasional berhasil naik ke kapal bernama SMYRTOS, yang masih terkena sanksi internasional akibat peranannya dalam mendanai agresi Rusia di Ukraina sejak invasi 2022. Meski Rusia berupaya menyembunyikan kepemilikan kapal-kapal ini melalui struktur perusahaan bayangan, Inggris tetap berhasil mengidentifikasi dan menahan kapal tersebut.

Kapal yang ditahan kini sedang dipindahkan ke pelabuhan lepas pantai selatan Inggris untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perdana Menteri Keir Starmer menilai operasi ini sebagai pukulan signifikan terhadap kemampuan Rusia membiayai serangan rudal dan drone terhadap kota-kota Ukraina. Sementara Menteri Pertahanan Dan Jarvis menekankan bahwa armada bayangan Rusia adalah tulang punggung pendanaan perang — dan mengganggunya berarti memutus aliran darah ke mesin perang Putin.

Inggris telah memberlakukan sanksi terhadap ratusan kapal yang terlibat dalam jaringan penyelundupan minyak Rusia, yang sengaja dirancang untuk menghindari embargo Eropa. Tidak hanya itu, pemerintah Inggris juga menduga sejumlah kapal tersebut terlibat dalam serangkaian sabotase kabel bawah laut di Laut Baltik sejak 2023, yang mengganggu infrastruktur digital dan energi Eropa. Pada April lalu, mantan Menteri Pertahanan John Healey mengungkap bahwa Inggris berhasil melacak dan mengusir tiga kapal selam Rusia yang diduga melakukan misi rahasia di perairan Atlantik Utara, dekat kabel dan pipa vital.

Untuk memperkuat pertahanan maritim, pemerintah Inggris kini sedang menyusun regulasi baru yang secara khusus bertujuan mencegah sabotase infrastruktur bawah laut oleh Rusia dan negara-negara musuh lainnya. Dengan langkah ini, Inggris tidak hanya mempertahankan kedaulatan maritimnya, tapi juga menjadi benteng utama dalam upaya global membatasi kemampuan Rusia memperpanjang perang di Ukraina.

Previous articleSolid-State Batteries Tertunda, Gel Semi-Solid Jadi Solusi Nyata
Next articleBelasan Kios Ludes Terbakar di Kampung Lio Depok
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.