Home Berita Internasional Indonesia Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan di Asia-Pasifik

Indonesia Jadi Model Pembangunan Berkelanjutan di Asia-Pasifik

Sumbawanews.com,- Di tengah krisis iklim dan ketimpangan sosial yang menghantam kawasan Asia-Pasifik, Indonesia muncul sebagai contoh nyata bahwa pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial bukanlah tujuan yang saling bertentangan—melainkan bisa berjalan beriringan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik, usai melakukan kunjungan resmi selama enam hari ke berbagai titik strategis di Indonesia, dari Medan hingga hutan Leuser.

Kunjungan yang berlangsung dari 18 hingga 23 Juni 2026 itu bukan sekadar bentuk dukungan diplomatik, melainkan evaluasi mendalam terhadap inisiatif lokal yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Medan, Wignaraja menyaksikan bagaimana komunitas pekerja sampah mengubah limbah menjadi sumber pendapatan melalui sistem daur ulang berbasis masyarakat. Di sana, sampah bukan lagi masalah lingkungan, tapi menjadi mesin ekonomi sirkular yang memperkuat ketahanan sosial.

Perjalanan berlanjut ke Tangkahan dan Bukit Lawang, di jantung Taman Nasional Gunung Leuser—salah satu ekosistem paling kaya di dunia. Di sini, Wignaraja bertemu dengan para *women forest rangers*, petani berkelanjutan, dan kelompok masyarakat adat yang berhasil menghentikan penebangan liar dan mengubah kawasan yang dulu rusak menjadi destinasi ekowisata yang menopang ribuan mata pencaharian. “Kemajuan berkelanjutan tidak lahir dari kebijakan tingkat atas semata,” ujar Wignaraja. “Ia tumbuh dari inisiatif warga yang didukung oleh kebijakan yang konsisten dan pembiayaan yang tepat sasaran.”

Kunjungan ini juga menyoroti peran penting pembiayaan inovatif dan *blended finance* dalam memperluas dampak proyek-proyek lokal. Diskusi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Dewan Ekonomi Nasional membahas bagaimana dana publik bisa dikombinasikan dengan investasi swasta untuk mendanai transformasi ekonomi biru, sistem pangan berkelanjutan, dan digitalisasi layanan publik. UNDP menekankan bahwa keberhasilan Indonesia terletak pada kemampuannya menghubungkan aksi lokal dengan kerangka kebijakan nasional yang terintegrasi.

Tak kalah penting, generasi muda menjadi tulang punggung agenda ini. Dalam pertemuan dengan wirausahawan digital, inovator energi terbarukan, dan pemimpin komunitas, Wignaraja menemukan semangat yang sama: tekad untuk membangun masa depan tanpa mengorbankan alam. Transformasi digital, menurutnya, bukan sekadar soal akses internet, tapi soal pemberdayaan—memastikan bahwa teknologi membawa manfaat bagi yang paling rentan, bukan hanya yang paling terhubung.

Di tingkat regional, Wignaraja bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN dan perwakilan badan PBB lainnya, menegaskan bahwa pengalaman Indonesia bisa menjadi peta jalan bagi negara-negara lain yang berjuang menyeimbangkan pertumbuhan dan kelestarian. “Indonesia adalah bukti hidup bahwa negara dengan keanekaragaman hayati terbesar dan ekonomi terbesar di kawasan ini bisa menjadi teladan,” katanya. “Di sini, ekonomi dan ekologi tidak saling mengalahkan—mereka saling memperkuat.”

Kunjungan ini ditutup dengan komitmen baru UNDP untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam mendukung prioritas nasional Indonesia: ketahanan iklim, inklusi digital, dan pembangunan berbasis alam. Dengan keberhasilan nyata yang terlihat dari sampah kota hingga hutan primer, Indonesia bukan lagi hanya peserta dalam agenda pembangunan berkelanjutan—ia telah menjadi penulis ceritanya.

Previous articlePrabowo Tindak Tambahang Ilegal,: “Mereka Anggap Tak Ada Negara”
Next articleKroasia Menang Tipis, Panama Gagal Lolos
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik