Sumbawanews.com,- Seekor hiu betina bernama Ritinha menjadi pusat perhatian di Akuarium AquaRio, Rio de Janeiro, setelah “memilih” kaleng bertema Brasil dalam sebuah atraksi yang dirancang untuk memperingati pembukaan Piala Dunia FIFA 2026. Dalam ritual yang diorganisasi oleh staf akuarium, Ritinha—seekor hiu sandbar—diberi dua pilihan: kaleng berwarna hijau-kuning dengan simbol Brasil, dan kaleng lain yang mewakili Maroko. Dengan tenang, hiu itu mendekati dan menyentuh kaleng milik tim Samba, sebuah tindakan yang langsung ditafsirkan sebagai prediksi kemenangan Brasil atas Maroko dalam laga pembuka turnamen.
Atraksi ini bukan sekadar hiburan. Marcelo Szpilman, Presiden dan CEO AquaRio, menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi hiu—spesies yang sering disalahpahami dan diburu karena citra menakutkan. “Kami ingin mengubah narasi. Hiu bukan monster, tapi bagian penting dari ekosistem laut yang perlu dilindungi,” ujarnya. Dengan memanfaatkan antusiasme global terhadap Piala Dunia, pihak akuarium berharap bisa menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola untuk mempelajari lebih jauh tentang kehidupan hiu.
Tradisi menggunakan hewan sebagai “peramal” hasil pertandingan bukan hal baru. Paling terkenal adalah Paul, gurita dari Jerman yang sukses memprediksi delapan hasil pertandingan di Piala Dunia 2010. Sejak itu, beragam makhluk—dari burung parkit hingga babi mini—pernah dijadikan alat prediksi, meski tidak memiliki dasar ilmiah. Namun, daya tariknya tak pernah pudar. Bagi banyak orang, kejadian semacam ini menambah kegembiraan, keajaiban, dan sedikit keanehan yang menyegarkan di tengah tegangnya persaingan olahraga.
Kini, seluruh dunia menunggu apakah ramalan Ritinha akan terbukti. Jika Brasil menang atas Maroko pada 15 Juni mendatang di Stadion MetLife, New Jersey, maka hiu ini akan bergabung dalam daftar legenda hewan peramal dunia. Tapi bagi para konservasionis, kemenangan sejati bukan pada skor pertandingan, melainkan pada perubahan cara manusia melihat makhluk-makhluk laut yang selama ini dianggap sebagai ancaman—padahal, mereka justru penjaga keseimbangan lautan.

















