Sumbawanews.com,- Juru Bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyatakan bahwa Selat Hormuz kini telah berubah dari rute perdagangan menjadi alat kekuatan dan perang. Hingga Amerika Serikat memenuhi enam syarat yang ditetapkan Iran, jalur strategis itu tetap ditutup. Syarat-syarat tersebut mencakup pembayaran kompensasi perang, penghentian intervensi militer AS di Timur Tengah, pencabutan semua sanksi terhadap Iran, pelepasan aset Iran yang dibekukan di seluruh dunia, serta penghentian ancaman dan penghinaan terhadap Republik Islam Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya akan terjadi jika AS mengoreksi perilakunya.















