Home Berita Internasional Guru di Meksiko Berdemo, Polisi Lepaskan Gas Air Mata Jelang Piala Dunia...

Guru di Meksiko Berdemo, Polisi Lepaskan Gas Air Mata Jelang Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Jakarta – Ratusan guru di Mexico City turun ke jalan dalam aksi damai menuntut kenaikan gaji dan reformasi pensiun, namun aksi berubah ricuh saat sebagian demonstran menerobos barricade di dekat zona penggemar FIFA. Polisi merespons dengan melepaskan gas air mata, memicu kepanikan di tengah kerumunan yang semakin memadat menjelang Piala Dunia 2026.

Aksi protes yang berlangsung pada hari Jumat itu dipimpin oleh serikat guru nasional, yang menilai upah dan tunjangan pensiun para pendidik masih jauh dari layak, terutama di tengah inflasi yang terus melonjak. Para guru membawa spanduk bertuliskan “Pendidikan Bukan Komoditas” dan “Kami Tidak Akan Diam Jelang Piala Dunia,” menegaskan bahwa mereka tidak akan terdiam meski acara global sedang berlangsung.

Menurut laporan jurnalis Al Jazeera Julia Galiano, kerusuhan bermula ketika sekelompok demonstran mencoba mendekati area yang diklaim sebagai zona resmi FIFA, di mana pihak berwenang telah memasang pengamanan ketat. Tanggapan aparat yang keras—termasuk penembakan gas air mata dan penggunaan tongkat polisi—memperburuk situasi, membuat sejumlah peserta aksi terluka dan puluhan lainnya terjebak dalam kekacauan.

Pemerintah Meksiko, yang bersama AS dan Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para guru. Namun, sumber di kementerian pendidikan mengakui bahwa negosiasi gaji telah mandek selama lebih dari sembilan bulan, dan tidak ada tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.

Aksi ini menjadi sinyal awal bahwa ketegangan sosial di balik pesta sepak bola global bisa meledak di mana saja—bahkan di negara yang sedang bersiap menyambut jutaan penggemar dari seluruh dunia. Para aktivis memperingatkan bahwa aksi serupa akan dilanjutkan di kota-kota tuan rumah lainnya, termasuk di Guadalajara dan Monterrey, jika tuntutan dasar para pendidik tidak direspons.

Dengan kurang dari 18 bulan menjelang kick-off Piala Dunia, tekanan terhadap pemerintah Meksiko semakin meningkat—bukan hanya dari sisi infrastruktur dan keamanan, tetapi juga dari keadilan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Previous articleLedakan Gudang Amunisi di Myanmar Tewaskan 46 Orang
Next articleSamsung Tab S10 Lite: Produktif, Cerdas, dan Harga Ramah
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik