Sumbawanews.com,- Aktivitas vulkanik Gunung Taal di Provinsi Batangas, Filipina, kembali meningkat tajam setelah mencatat 19 gempa vulkanik dan lima episode tremor seismik dalam 24 jam terakhir. Peningkatan ini terjadi hanya beberapa hari setelah dua letusan freatomagmatik mengguncang gunung berapi yang terletak di tengah Danau Taal itu.
Menurut laporan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) yang dirilis pada Rabu, 1 Juli 2026, letusan pertama terjadi pukul 07.13 waktu setempat pada 30 Juni, menghasilkan kolom abu dan asap setinggi 450 meter di atas kawah utama. Letusan kedua menyusul tak lama setelahnya, memperkuat tren peningkatan aktivitas yang sebelumnya hampir diam selama beberapa hari.
Sebelumnya, pada 27 Juni, tidak ada aktivitas seismik yang terdeteksi. Namun, dalam tiga hari menjelang letusan, jumlah gempa vulkanik melonjak dari satu hingga dua, lalu melonjak menjadi 19 dalam satu hari. Phivolcs menjelaskan bahwa gempa-gempa ini dipicu oleh pergerakan magma di bawah permukaan, sementara tremor vulkanik—getaran berkelanjutan berfrekuensi rendah—menandakan aliran cairan panas di dalam sistem vulkanik.
Letusan freatomagmatik, jenis letusan yang terjadi ketika magma bersentuhan langsung dengan air, berbeda dari letusan freatik yang hanya melibatkan penguapan air tanah. Fenomena ini telah terjadi lima kali sepanjang Juni 2026, dengan sebelumnya tercatat pada 4, 5, dan 6 Juni.
Selain abu, Gunung Taal juga melepaskan sekitar 881 metrik ton sulfur dioksida, dengan kolom gas terpantau mencapai ketinggian 1.200 meter—kategorinya sebagai emisi tingkat sedang. Meski aktivitas meningkat, Phivolcs tetap mempertahankan status Siaga Level 1, yang menandakan ancaman masih rendah namun tidak boleh diabaikan.
Larangan ketat tetap berlaku: masyarakat dilarang memasuki Pulau Taal, beraktivitas di perairan Danau Taal, atau menerbangkan pesawat di sekitar gunung. Ancaman letusan tiba-tiba, hujan abu ringan, dan emisi gas beracun masih nyata. Otoritas terus memantau perkembangan secara real-time, sambil mengimbau warga di sekitar kawasan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi.














