Home Berita Internasional Ghana Evakuasi Warganya dari Afrika Selatan Amid Gelombang Kekerasan Xenofobik

Ghana Evakuasi Warganya dari Afrika Selatan Amid Gelombang Kekerasan Xenofobik

Sumbawanews.com,- Johannesburg – Pemerintah Ghana telah memulai evakuasi massal warganya dari Afrika Selatan menyusup meningkatnya serangan xenofobik yang mengancam nyawa komunitas imigran. Sebanyak ratusan warga Ghana diterbangkan pulang dalam penerbangan repatriasi sukarela yang diselenggarakan oleh kedua pemerintah, menyusul kekhawatiran mendalam atas kekerasan yang semakin sering terjadi terhadap orang asing.

Ketegangan sosial di Afrika Selatan memburuk dalam beberapa pekan terakhir, dengan kelompok-kelompok lokal menyerukan pengusiran imigran asing, terutama dari negara-negara Afrika Sub-Sahara. Aksi kekerasan, termasuk penjarahan toko, pembakaran rumah, dan serangan fisik, telah memicu kepanikan di kalangan komunitas Ghanaian yang tinggal di kota-kota besar seperti Johannesburg dan Durban.

Kementerian Luar Negeri Ghana mengonfirmasi bahwa operasi evakuasi dilakukan atas permintaan warga yang merasa tidak aman, dengan dukungan penuh dari otoritas Afrika Selatan. “Kami tidak bisa membiarkan warga negara kami hidup dalam ketakutan,” ujar Menteri Luar Negeri Shirley Ayorkor Botchwey dalam pernyataan resmi. “Kami menghargai kerja sama Afrika Selatan, namun hak untuk hidup aman adalah prioritas utama.”

Laporan dari organisasi hak asasi manusia menunjukkan bahwa sejak awal Mei 2026, lebih dari 40 insiden kekerasan tercatat, dengan sebagian besar korban berasal dari Ghana, Nigeria, dan Mozambik. Sejumlah warga Ghana yang berhasil dievakuasi menggambarkan pengalaman traumatis: rumah mereka dijarah, toko milik keluarga dibakar, dan ancaman fisik yang terus-menerus dari kelompok-kelompok yang mengklaim “melindungi pekerjaan lokal.”

Pemerintah Afrika Selatan, yang sebelumnya mengecam kekerasan ini sebagai tindakan kriminal, kini mengaku sedang meningkatkan kehadiran polisi di kawasan-kawasan rawan. Namun, banyak warga asing meragukan efektivitas langkah tersebut, terutama karena tidak ada penindakan tegas terhadap pemimpin kelompok yang memicu kebencian.

Krisis ini memperdalam ketegangan antara negara-negara Afrika yang sebelumnya bersatu dalam semangat Afrikanya. Ghana menyerukan dialog regional untuk menangani akar masalah xenofobia, sementara pemerintah Afrika Selatan menekankan perlunya pengendalian migrasi ilegal dan peningkatan lapangan kerja bagi warga lokal.

Sementara itu, ribuan warga Ghana lainnya masih menunggu di kamp-kamp sementara di perbatasan, memilih untuk tidak pulang sebelum situasi benar-benar stabil. Di ibu kota Accra, keluarga yang menerima kerabat mereka yang kembali menggelar doa bersama—sekaligus berdoa agar kekerasan semacam ini tidak lagi terulang di bumi Afrika.

Previous articleTerduga Pembobol Rumah Kosong Diringkus
Next articleSelebgram Brunei Akui Bunuh Rekan Usai Mabuk
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik