Home Berita Internasional Gelombang Migran Besar ke Ceuta Picu Tudingan Silang antara Maroko dan Spanyol

Gelombang Migran Besar ke Ceuta Picu Tudingan Silang antara Maroko dan Spanyol

Sumbawanews.com,- Ribuan migran berhasil menyeberang dari Maroko ke Ceuta dalam waktu singkat pada akhir Juli 2026, memicu ketegangan diplomatik dan spekulasi luas tentang siapa yang bertanggung jawab atas krisis ini. Para pejabat Spanyol menyalahkan jaringan penyelundup manusia yang menyebarkan informasi keliru tentang kebijakan imigrasi terbaru, sementara sejumlah migran mengaku dibiarkan lewat oleh aparat Maroko. Analis menduga Maroko sengaja melonggarkan pengawasan perbatasan sebagai tekanan politik terhadap Spanyol, terutama menyusul kunjungan Perdana Menteri Pedro Sanchez ke Aljazair. Namun, sejumlah pakar Maroko membantah dugaan itu, menilai pemerintah tidak mungkin merusak citra nasional di tengah perayaan naik takhta Raja Mohammed VI. Sanchez menegaskan kebijakan legalisasi bagi satu juta migran ilegal di Spanyol tidak menarik gelombang besar ke Ceuta, karena angka migrasi ke negaranya masih lebih rendah dibanding Italia dan Yunani. Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa menyatakan belum bisa memastikan penyebab pasti lonjakan ini, mengingat kecepatan dan skala penyeberangan yang tak biasa. Pemerintah Maroko hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.

Previous articleKebakaran Hotel Pullman Jakbar Diduga Akibat Gangguan Kelistrikan
Next articlePiala AFF 2026: Vietnam Terancam Tersingkir Usai Imbang Lawan Singapura