Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi ketegangan militer antara AS dan Iran akan berakhir setelah pemilu paruh waktu pada 3 November 2026. Dalam pernyataannya kepada wartawan sebelum bertolak ke Dallas, Texas, untuk menghadiri konvensi Partai Republik, Trump menyatakan bahwa Iran tidak mampu bertahan lebih lama dalam konflik ini. Ia menilai Teheran sedang berupaya memengaruhi hasil pemilu melalui aksi provokatif, namun menegaskan bahwa pemerintahannya tidak sedang berusaha kembali ke meja perundingan nuklir dengan Iran.
Trump menambahkan bahwa upaya AS saat ini jauh lebih luas daripada sekadar isu nuklir, meskipun persoalan senjata nuklir tetap akan menjadi bagian dari pembahasan. Ia mengklaim serangan AS di Selat Hormuz telah melumpuhkan sembilan kapal tanker Iran, dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperkuat pernyataan itu dengan mengatakan lima kapal tanker Iran rusak atau tenggelam dalam serangan malam sebelumnya—empat mengalami kerusakan dan satu tenggelam. Rubio menekankan bahwa setiap serangan terhadap kapal perang AS akan dibalas dengan kehilangan signifikan bagi Iran di sektor minyak.
Rubio juga menegaskan bahwa AS akan terus mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran, menyebut kebijakan itu sebagai cara untuk “mencekik” Teheran. Ia membantah laporan bahwa Iran menerima bantuan dari pihak luar yang mengubah dinamika konflik, menyebut klaim semacam itu sebagai cerita yang diarang.














