Home Berita Internasional 3.000 Perusahaan Korea Selatan Beroperasi di Indonesia, Serap 1 Juta Tenaga Kerja

3.000 Perusahaan Korea Selatan Beroperasi di Indonesia, Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Sumbawanews.com,- Sebanyak 3.000 perusahaan Korea Selatan kini beroperasi di Indonesia, menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja lokal. Nilai investasi kumulatif negara itu mencapai sekitar US$29 miliar, dengan sektor yang berkembang dari kehutanan dan garmen menuju industri berat, energi terbarukan, serta transformasi digital. Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soongu, dalam resepsi perayaan National Day dan Armed Forces Day di Jakarta pada 1 Oktober 2026.

Yoon menekankan bahwa kemitraan ekonomi kedua negara telah melampaui perdagangan biasa, bergerak menuju pembangunan rantai pasok yang berkelanjutan dan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak korporasi. Ia menyebut Korea Selatan sebagai mitra terbesar ketujuh Indonesia dalam perdagangan dan investasi, serta menyoroti peran penting investasi Korsel dalam memperkuat kemampuan industri nasional di sektor otomotif, baja, baterai, petrokimia, dan elektronik.

Hubungan bilateral yang dimulai sejak 1973 kini telah meningkat menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (SCSP), mencakup kerja sama di bidang keamanan, pertahanan, dan ketahanan ekonomi. Salah satu simbol kemitraan strategis ini adalah proyek pesawat tempur IF-21, hasil kolaborasi militer kedua negara yang dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di luar ekonomi dan pertahanan, hubungan masyarakat semakin erat. Tahun lalu, sekitar 500.000 warga Korea Selatan mengunjungi Indonesia, sementara 360.000 warga Indonesia bepergian ke Korsel. Sekitar 80.000 warga Indonesia kini tinggal di Korea Selatan untuk bekerja atau menempuh pendidikan. Pemerintah Korsel juga mengundang 180 mahasiswa Indonesia untuk program beasiswa magister dan doktoral tahun ini.

Dubes Yoon menambahkan bahwa pengaruh budaya Korea—dari K-pop, drama, hingga produk kecantikan—telah menembus lapisan masyarakat Indonesia, bahkan hingga generasi muda yang tidak hanya mengonsumsi konten, tetapi juga mengadaptasinya dengan kekayaan budaya lokal. Ia menilai ini membuka peluang kolaborasi baru di industri kreatif, termasuk produksi film dan musik bersama.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang stabil dan transparan. Ia menilai kerangka IK-CEPA sebagai fondasi penting untuk memperluas kerja sama di sektor hilirisasi, manufaktur maju, dan teknologi digital. “Mari terus berinvestasi bersama, berinovasi bersama, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Previous articleHUJAN GOL DI GBK, INDONESIA TEMBUS FINAL ASEAN CUP 2026
Next articleIndonesia Lolos ke Final ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2, Bergson Nyinyir soal Injury Time