Sumbawanews.com,- Pada 1 September 2026, Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia mengucapkan sumpah konstitusional di hadapan parlemen, resmi menjadi pewaris takhta yang berhak memerintah sebagai wali penguasa jika diperlukan. Ia adalah salah satu dari empat putri Gen Z di Eropa yang kini berada di urutan pertama garis suksesi takhta kerajaan masing-masing: Belgia, Belanda, Norwegia, dan Spanyol.
Putri Elisabeth dari Belgia, lahir pada 25 Oktober 2001, menyandang gelar Duchess of Brabant sejak ayahnya, Raja Philippe, naik takhta pada 21 Juli 2013. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di UWC Atlantic College pada 2020, lalu mengikuti pelatihan militer di Akademi Militer Belgia sebelum meraih gelar sarjana Sejarah dan Politik dari University of Oxford pada 2024. Pada 28 Mei 2026, ia lulus dari program Master of Public Policy di Harvard Kennedy School.
Putri Catharina-Amalia dari Belanda, lahir 7 Desember 2003, menjadi Princess of Orange sejak 2013 setelah kakeknya, Ratu Beatrix, turun takhta. Ia mulai studi sarjana PPLE di University of Amsterdam pada 2022, lalu beralih ke program Hukum Belanda pada 2025. Pada 10 September 2026, ia mulai bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Belanda melalui program Defensity College, setelah sebelumnya menjalani penugasan di Angkatan Udara.
Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia, lahir 21 Januari 2004, menjadi putri mahkota setelah kakeknya, Raja Harald V, wafat pada 28 Agustus 2026. Ia menyelesaikan sekolah menengah di Oslo pada 2023, menjalani wajib militer selama 15 bulan di Batalion Zeni Brigade Nord, dan mulai studi ilmu sosial di University of Sydney pada Agustus 2025 dengan fokus pada hubungan internasional dan ekonomi politik. Pada semester gugur 2026, ia menjalani pertukaran mahasiswa di University of Oslo.
Putri Leonor dari Spanyol, lahir 31 Oktober 2005, menyandang gelar Princess of Asturias sejak ayahnya, Raja Felipe VI, naik takhta pada 19 Juni 2014. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di UWC Atlantic College pada 2023, lalu menjalani pelatihan militer bertahap di akademi Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Spanyol. Pada 7 September 2026, ia memulai studi sarjana Ilmu Politik di Universidad Carlos III de Madrid, mengikuti kurikulum reguler bersama mahasiswa lain dengan fokus pada hukum, ekonomi, hubungan internasional, dan teori politik.















