Home Berita Internasional Doctor Tewas di Tengah Serangan Israel, Tiga Warga Terluka di Gaza

Doctor Tewas di Tengah Serangan Israel, Tiga Warga Terluka di Gaza

Sumbawanews.com,- Seorang dokter spesialis anestesi asal Gaza tewas dan tiga warga lainnya terluka dalam serangan udara Israel di tengah perayaan Eid al-Adha, sementara pemukim Israel melancarkan serangan berulang terhadap rumah dan lahan pertanian warga Palestina di Tepi Barat.

Dr. Jamal Abu Aboun, kepala anestesi di Rumah Sakit Al-Yafa di Deir al-Balah, gugur akibat serangan drone Israel yang menghantam sekelompok warga sipil dekat Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs pada Sabtu (30/5/2026). Menurut sumber medis di rumah sakit tersebut, tubuh Dr. Abu Aboun dan tiga korban luka—termasuk seorang anak—dibawa ke fasilitas kesehatan setelah serangan tersebut. Serangan serupa juga dilancarkan terhadap wilayah timur dan selatan Khan Younis, serta kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah.

Korban jiwa akibat serangan Israel sejak “gencatan senjata” yang didukung Amerika Serikat pada Oktober 2023 kini mencapai 922 orang, dengan 2.786 lainnya terluka, menurut Kantor Media Gaza. Angka ini menambah daftar panjang penderitaan: sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 172.000 terluka dalam operasi militer Israel yang digambarkan sebagai genosida oleh berbagai lembaga hak asasi manusia.

Dalam wawancara dengan Associated Press, beberapa prajurit Israel yang bertugas di Gaza antara Oktober 2023 hingga Januari 2024 mengungkapkan iklim kekerasan yang terstruktur. Mereka mengaku sering menembak warga Palestina yang melintasi “Garis Kuning”—batas tak jelas yang memisahkan wilayah pendudukan dari sisa Gaza—tanpa peringatan. “Ini seperti hutan,” kata seorang prajurit. “Setelah gencatan senjata, perintahnya jelas: siapa pun yang melintasi garis, tembak saja.” Beberapa prajurit bahkan mengaku menyaksikan rekan-rekan mereka merayakan kematian warga sipil akibat serangan udara.

Di Tepi Barat yang diduduki, pemukim Israel juga melancarkan serangan terkoordinasi. Di Beita, selatan Nablus, pemukim melempari batu ke rumah-rumah warga dan merusak mobil-mobil. Di Khirbet el-Muraq, wilayah Masafer Yatta selatan Hebron, lahan pertanian dan pohon-pohon milik petani Palestina dibakar dan dirusak. Menurut laporan Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina, setidaknya 540 serangan oleh pemukim tercatat di Tepi Barat termasuk Yerusalem pada April 2026—mulai dari kekerasan fisik, pembakaran ladang, hingga penghancuran rumah dan struktur pertanian.

Sejak dimulainya perang di Gaza, serangan militer Israel dan pemukim di Tepi Barat semakin intensif. Data Palestina mencatat bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 1.168 warga Palestina tewas, 12.666 terluka, sekitar 33.000 terusir dari rumah mereka, dan hampir 23.000 ditahan oleh pasukan Israel.

Dalam konteks ini, serangan terhadap tenaga medis seperti Dr. Abu Aboun bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari pola sistematis yang menghancurkan infrastruktur kemanusiaan di wilayah yang telah lama menjadi medan konflik.

Previous articlePetani Tewas Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Deliserdang
Next articleAyah Cabuli Anak Balita, Terungkap Usai Korban Mengeluh Sakit
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik