Sumbawanews.com,- Seorang bocah berusia delapan tahun di Zhengzhou, China, menjadi pusat perhatian setelah secara spontan mempromosikan usaha daur ulang ibunya di tengah pertandingan sepak bola universitas. Chunchun mendekati kerumunan mahasiswa yang membawa botol plastik bekas, lalu menceritakan bahwa ibunya, Chen, mengalami luka bakar parah hingga 45 persen tubuhnya cacat permanen dan kehilangan beberapa jari. Ia menjelaskan bahwa sang ibu kini mencari nafkah dengan mengumpulkan barang daur ulang dan menjual sandal seharga 5 yuan, lalu mengajak para hadirin menyerahkan botol bekas dan berdoa untuk kesuksesan pendidikan mereka.
Aksi sederhana itu langsung memicu respons hangat. Banyak mahasiswa menyerahkan botol plastik yang mereka bawa, sementara sebagian lainnya mengantre membeli sandal buatan Chen—bahkan ada yang membeli hingga sepuluh pasang untuk dibagikan ke teman-teman. Chen, mantan pembawa acara televisi, membesarkan Chunchun seorang diri setelah bercerai. Musibah ledakan lima tahun lalu menghabiskan seluruh tabungannya, memaksa ia menjual rumah dan mobil. Setelah menjalani rehabilitasi, ia belajar merangkai bunga dan memulai usaha kecil dengan menjual air minum di dekat sekolah putranya, sebelum beralih ke penjualan sandal.
Setiap hari setelah sekolah, Chunchun membantu ibunya menata barang, mengangkat kardus, dan mengajak teman-temannya membeli dagangan. Meski sangat menyukai sepak bola, ia tidak pernah meminta ikut latihan karena memahami keterbatasan ekonomi keluarga. Kunjungan ke pertandingan itu awalnya hanya hadiah kecil dari sang ibu—tak disangka, aksi Chunchun justru menjadi titik balik. Kini, ibu dan anak itu telah pindah ke Hangzhou untuk belajar merangkai bunga, dengan harapan membuka usaha baru dan memperbaiki kehidupan mereka.















