Sumbawanews.com,- Badai tropis Jangmi menerjang Jepang dengan kekuatan angin hingga 95 km/jam dan hujan lebat yang memicu kekacauan di sejumlah sektor vital. Pusat badai, yang bergerak menuju timur laut dari lepas pantai Pulau Honshu, mengancam wilayah metropolitan Tokyo dan memaksa pemerintah mengeluarkan imbauan evakuasi bagi ratusan ribu warga di delapan prefektur — dari barat daya hingga timur Jepang.
Dua maskapai terbesar, All Nippon Airways dan Japan Airlines, membatalkan hampir 900 penerbangan domestik dan internasional, mengganggu perjalanan ribuan penumpang. Layanan kereta cepat Shinkansen di wilayah Kyushu dan barat Jepang juga terhenti sementara akibat risiko keamanan. Ribuan rumah tangga kehilangan aliran listrik, sementara banjir dan longsor dilaporkan terjadi di beberapa daerah pegunungan.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa curah hujan ekstrem masih berpotensi meningkat dalam 24 jam ke depan, dengan risiko banjir bandang di wilayah rawan. Pihak berwenang terus memantau kondisi dan memperkuat posko darurat di kota-kota besar, sambil mengevakuasi warga dari zona merah.
Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada, menghindari perjalanan tidak penting, dan mematuhi arahan resmi. Pemulihan infrastruktur diperkirakan memakan waktu beberapa hari, tergantung intensitas kerusakan yang tercatat pasca-badai.















