Sumbawanews.com,- Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan desain uang kertas baru senilai 250 dolar AS yang akan menggambarkan wajah Presiden Donald Trump. Rancangan ini, yang dipamerkan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis (28/5/2026), bukanlah langkah langsung untuk pencetakan, melainkan persiapan teknis yang menunggu perubahan hukum—karena hingga kini, undang-undang AS melarang tokoh yang masih hidup muncul di mata uang resmi negara.
Bessent menjelaskan bahwa ada dua rancangan undang-undang saat ini sedang dibahas di Kongres—satu di DPR dan satu di Senat—yang bertujuan menghapus larangan tersebut khusus untuk mantan dan presiden aktif. Jika disetujui, Trump akan menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang muncul di uang kertas selama masa jabatannya.
Desain uang tersebut juga mencantumkan tulisan “America 250 Anniversary” sebagai bagian dari peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776. Dalam rencana ini, tanda tangan Trump juga akan ikut dicetak di uang—sebuah kebiasaan yang sebelumnya hanya melibatkan Menteri Keuangan dan Bendahara Negara.
Langkah ini bukanlah yang pertama. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump telah memperluas citranya di institusi negara: potret dirinya dipasang di Departemen Kehakiman dan sejumlah gedung federal, namanya diresmikan sebagai bagian dari Kennedy Center, dan komisi seni yang ia tunjuk bahkan menyetujui penerbitan koin emas peringatan bergambar wajahnya.
Namun, inisiatif ini memicu gelombang kritik dari kalangan akademisi, sejarawan, dan aktivis demokrasi. Mereka memperingatkan bahwa penggunaan simbol-simbol negara untuk memperkuat citra individu berisiko meniru praktik otoriter yang mengaburkan batas antara negara dan pribadi. “Ini bukan sekadar perayaan sejarah,” kata seorang profesor hukum konstitusi di Universitas Georgetown. “Ini adalah transformasi simbolik—mengubah mata uang, yang seharusnya netral, menjadi alat propaganda.”
Departemen Keuangan AS belum memberikan pernyataan resmi, dan belum ada jadwal pasti untuk pengesahan RUU atau pencetakan uang. Namun, laporan dari The Washington Post menyebut bahwa Bendahara AS Brandon Beach, pejabat yang ditunjuk Trump, telah mendorong Biro Percetakan dan Pengukiran AS untuk mempercepat proses produksi, dengan target peluncuran pada Juli 2026.
Jika benar-benar terwujud, uang kertas 250 dolar bergambar Trump akan menjadi fenomena unik dalam sejarah moneter AS—bukan hanya karena nilainya yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi karena ia menjadi simbol pertama dari sebuah era di mana kekuasaan politik tidak lagi hanya berdiam di gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga mengalir di saku setiap warga negara.















