Sumbawanews.com,- Jakarta – Lockheed Martin, kontraktor pertahanan Amerika Serikat, telah mengembangkan sistem anti-drone generasi terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghancurkan hingga 50 drone musuh tanpa perlu menembakkan senjata konvensional. Sistem ini dinamakan Sanctum.
CEO Lockheed Martin, Jim Taiclet, menjelaskan bahwa Sanctum dirancang untuk mendeteksi, menganalisis, dan memprediksi pergerakan drone musuh sebelum melumpuhkannya. Teknologi ini memungkinkan pertahanan udara bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghadapi serangan kawanan drone.
Selain Sanctum, Lockheed Martin juga mengembangkan MORFIUS, sebuah drone pencegat yang menggunakan pulsa gelombang mikro berdaya tinggi untuk melumpuhkan drone musuh. Sistem ini mampu menyerang hingga 50 drone dalam satu misi tanpa menggunakan senjata konvensional.
Lockheed Martin menggandeng Nvidia untuk mendukung pengembangan teknologi AI ini. Nvidia menyediakan unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan untuk mendukung sistem keamanan nasional berbasis kecerdasan buatan.
Selain teknologi baru, Lockheed Martin juga memodifikasi sistem persenjataan lama, seperti rudal Hellfire, untuk menghadapi ancaman drone dengan biaya lebih murah. Rudal ini biasanya digunakan sebagai senjata udara-ke-darat pada helikopter Apache, namun kini diubah menjadi rudal pencegat darat-ke-udara untuk menghancurkan drone musuh.















