Sumbawanews.com,- Jaringan Wi-Fi di hotel rawan dimanfaatkan peretas untuk mencuri data pribadi pengguna. Ancaman ini muncul melalui jaringan palsu yang meniru nama Wi-Fi resmi hotel hingga serangan Darkhotel, di mana peretas menyusup ke sistem internal hotel untuk mengirimkan pembaruan perangkat lunak palsu. Federal Bureau of Investigation (FBI) memperingatkan bahwa aktivitas sensitif seperti transaksi perbankan atau akses data rahasia perusahaan sangat berisiko jika dilakukan di jaringan publik semacam ini.
Untuk meminimalkan risiko, FBI menyarankan pengguna untuk mengaktifkan Virtual Private Network (VPN) agar lalu lintas data terenkripsi, memastikan sistem operasi dan aplikasi selalu diperbarui sebelum bepergian, serta menghindari menyetujui notifikasi pembaruan perangkat lunak yang muncul saat terhubung ke Wi-Fi hotel. Jika memungkinkan, gunakan hotspot pribadi dari perangkat seluler sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan jaringan publik.















