Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 26 September 2026, lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah tampil di nomor 75 kg putra angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Centre, membidik medali pertama bagi Indonesia di kelas yang baru dipertandingkan. Kelas ini muncul setelah reorganisasi kategori berat badan oleh Federasi Angkat Besi Dunia, menjadikan laga ini bersejarah sekaligus tantangan besar bagi Rahmat yang sebelumnya bersaing di 73 kg. Ia menghadapi delapan lawan tangguh, termasuk Weeraphon Wichuma dari Thailand — peraih perak Olimpiade Paris 2024 dan juara dunia 2023 (73 kg) serta 2025 (71 kg). Sebelumnya, Luluk Diana Tri Wijayana telah membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia di kelas 49 kg putri pada 23 September 2026, menjadi satu-satunya medali angkat besi Indonesia hingga laga ini berlangsung.
Selain Rahmat, delapan atlet lain bersaing ketat di kelas 75 kg putra: Ichinkhorloogiin Amarsanaa (Mongolia), Son Hyeon-ho (Korea Selatan), Chiang Tsung-han (Chinese Taipei), Diyorbek Ruzmetov (Uzbekistan), Bexultan Aitbay (Kazakhstan), Ri Chong-song (Korea Utara), Weeraphon Wichuma (Thailand), dan Bektimur Reýimow (Turkmenistan). Performa tim angkat besi Indonesia di Asian Games 2026 masih menunjukkan progres, meski belum menyamai keberhasilan Luluk. Ricko Saputra (60 kg putra) dan Eko Yuli Irawan (65 kg putra) sama-sama finis di peringkat empat, sementara Juliana Klarisa (53 kg putri) menempati posisi kesepuluh dan Natasya Beteyob (61 kg putri) meraih peringkat enam.
Laga angkat besi 75 kg putra dapat disaksikan secara langsung melalui streaming resmi di Vidio.com, sebagai bagian dari rangkaian acara Asian Games 2026 yang berlangsung di Jepang. Dengan sejarah baru di depan mata, Rahmat Erwin Abdullah menjadi harapan terakhir Indonesia di cabang angkat besi untuk meraih medali tambahan sebelum ajang ini berakhir.















