Home Berita Internasional Volkswagen Rencanakan Pemutusan Hubungan Kerja 100 Ribu Karyawan, Rekor Terbesar dalam Sejarah

Volkswagen Rencanakan Pemutusan Hubungan Kerja 100 Ribu Karyawan, Rekor Terbesar dalam Sejarah

Sumbawanews.com,- Produsen otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen (VW), sedang mempertimbangkan restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja hingga 100.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah ini, jika diwujudkan, akan menjadi pengurangan tenaga kerja terbesar dalam sejarah perusahaan yang didirikan pada 1937 itu.

Menurut laporan yang dihimpun dari Manager Magazin dan Reuters, langkah drastis ini merupakan respons terhadap penurunan laba sebesar 44 persen pada 2025 dan tekanan kompetitif yang semakin ketat, terutama dari produsen mobil listrik asal Tiongkok. CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz tengah memimpin upaya menyederhanakan struktur operasional perusahaan agar tetap kompetitif di era transisi energi.

Rencana tersebut mencakup penutupan empat pabrik di Jerman—Hanover, Emden, Zwickau, dan Neckarsulm (milik Audi)—meski produksi tidak langsung dihentikan. Sebaliknya, penghentian akan dilakukan secara bertahap setelah model-model kendaraan saat ini mencapai akhir siklus hidupnya. Selain itu, VW juga berencana memangkas biaya administrasi secara signifikan dan mengurangi investasi di sektor yang dianggap kurang strategis.

Tak hanya di lini produksi, perubahan struktural juga digodok di tingkat manajemen. VW sedang mengevaluasi kemungkinan memisahkan merek inti dan unit komponen menjadi entitas bisnis yang berdiri sendiri, guna meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.

Meski belum mengonfirmasi rincian resmi, juru bicara VW menyatakan bahwa diskusi sedang berlangsung melalui saluran tata kelola yang sesuai. “Seluruh grup harus menjalani perubahan yang luas untuk tetap kompetitif,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Langkah ini menandai titik balik penting bagi VW, yang selama puluhan tahun menjadi simbol kejayaan otomotif Jerman. Dengan pasar global yang berubah cepat dan tekanan regulasi lingkungan yang makin ketat, perusahaan kini dihadapkan pada pilihan: bertransformasi secara radikal atau menghadapi kemunduran bertahap.

Previous articleGTA 6 Rilis November, Harga Xbox dan Apple Naik Drastis
Next articleMessi Pertahankan Puncak Top Skor, Kane Pecahkan Rekor Sejarah Inggris