Home Berita Internasional Ukraina Serang Infrastruktur Energi Rusia di Beberapa Wilayah

Ukraina Serang Infrastruktur Energi Rusia di Beberapa Wilayah

Sumbawanews.com,- Serangan drone Ukraina melanda sejumlah target strategis di wilayah-wilayah Rusia, termasuk kilang minyak dan fasilitas bahan bakar, dalam serangan yang semakin intensif. Pemerintah Rusia melaporkan kerusakan pada infrastruktur sipil di Saratov, wilayah di sepanjang Sungai Volga yang telah menjadi sasaran berulang sejak tahun-tahun terakhir. Gubernur Roman Busargin mengonfirmasi serangan malam hari itu merusak sejumlah fasilitas, meski tidak menyebut secara rinci lokasi tepatnya.

Ukraina mengakui serangan terhadap kilang minyak di Saratov, tetapi membantah tudingan Moskow bahwa mereka menyerang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang berada di wilayah yang diduduki. Di wilayah Kirov, sejauh 1.300 kilometer dari perbatasan Ukraina, drone berhasil menghantam fasilitas di distrik Urzhumsky. Angkatan Bersenjata Ukraina juga mengonfirmasi serangan terhadap stasiun pompa minyak Lazarevo di wilayah yang sama.

Di perbatasan langsung dengan Ukraina, wilayah Rostov, Voronezh, dan Belgorod juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone. Di Belgorod, tiga warga sipil terluka akibat serangan tersebut. Sementara di Krimea, wilayah yang dikuasai Rusia, Gubernur pro-Moskow Sergei Aksyonov mengumumkan pembatasan penjualan bensin—langkah yang tidak dijelaskan secara rinci, tetapi diyakini sebagai respons terhadap serangan berkelanjutan Ukraina terhadap jaringan bahan bakar di wilayah selatan Rusia yang mendukung logistik di Krimea.

Di tengah serangan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan kedatangan sistem pertahanan udara Iris-T terbaru dari Jerman. Dalam pernyataan di Telegram, ia menekankan kebutuhan mendesak akan amunisi pertahanan udara yang lebih banyak dari sekutu-sekutu Ukraina. “Kami juga membutuhkan rudal untuk sistem pertahanan udara agar mampu menghadapi serangan Rusia secara berkelanjutan,” ujar Zelenskyy.

Serangan-serangan ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan operasi drone Ukraina, yang kini tidak lagi terbatas pada zona perang, tetapi menargetkan jantung infrastruktur energi Rusia bahkan di wilayah yang jauh dari front utama. Unit Lava Unmanned Systems Regiment, yang dibentuk pada 2025 dan ditingkatkan menjadi resimen pada 2026, menjadi salah satu ujung tombak operasi ini, menggunakan drone pengintai Leleka dengan jangkauan hingga 120 kilometer untuk misi pengintaian dan serangan presisi di belakang garis musuh.

Previous articleJakbar Digerebek, Dua Orang Ditangkap Bawa Obat Terlarang
Next articleJenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Rumah Duka di Cikeas
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik