Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump, menyusul klaim bahwa jalur strategis itu kini berada di bawah kendali AS. Usulan itu disampaikan Trump melalui media sosial pada Rabu, 2 September 2026, kurang dari 24 jam setelah serangan AS menewaskan empat orang, termasuk dua anak-anak, dalam sebuah pesta pernikahan di Sirik, Iran selatan. Ia menegaskan bahwa “setelah Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, apakah kita harus mengganti namanya menjadi SELAT TRUMP???” dan menambahkan bahwa situasi di kawasan akan semakin “panas”. Iran membalas serangan itu dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan AS di Bahrain, Yordania, dan Irak, sementara Arab Saudi menuduh Iran menyerang kapal tanker minyak yang menewaskan dua awak. Meski AS menyatakan lalu lintas minyak di Selat Hormuz telah pulih, Iran tetap menegaskan bahwa jalur itu masih ditutup dan berada di bawah kendalinya. Trump sebelumnya juga secara sepihak mengganti nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika” dalam konteks perselisihan dagang dengan Kanada.















