Home Berita Internasional Trump Perintahkan Kapal Induk Baru AS Kembali Pakai Katapel Uap

Trump Perintahkan Kapal Induk Baru AS Kembali Pakai Katapel Uap

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS membatalkan penggunaan sistem peluncur elektromagnetik (EMALS) pada kapal induk baru USS Doris Miller dan kembali menggunakan katapel uap, teknologi lama yang mengandalkan tekanan uap untuk melontarkan pesawat. Keputusan ini diumumkan melalui memorandum Gedung Putih pada 3 Maret 2026, dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth diberi waktu 60 hari untuk menyusun rencana teknisnya. Para ahli memperingatkan bahwa perubahan mendadak di tengah pembangunan kapal akan menambah biaya miliaran dolar AS dan menunda operasional USS Doris Miller hingga akhir dekade 2030-an, padahal sebelumnya dijadwalkan mulai bertugas sekitar 2034.

Sistem EMALS, yang pertama kali digunakan pada kapal induk USS Gerald R. Ford, dianggap lebih efisien karena mekanismenya lebih sederhana, mirip teknologi kereta cepat, dan mengurangi beban pada pesawat saat peluncuran. Menurut Bryan Clark dari Hudson Institute, sistem ini juga menghemat biaya operasional hingga 100 juta dolar AS per tahun dibanding katapel uap yang memerlukan lebih banyak komponen mekanis seperti katup, piston, dan pengatur tekanan. Namun, Trump berargumen bahwa EMALS terlalu rumit dan rentan rusak, terutama di lingkungan laut yang ekstrem, dan mengklaim kapal induk modern pernah harus kembali ke pangkalan karena katapelnya gagal berfungsi.

Kritik tajam datang dari pakar dan mantan petinggi militer. Chris Cavas, jurnalis pertahanan, menyatakan bahwa peluncuran dengan EMALS terasa lebih halus dan aman bagi pesawat dibanding katapel uap. Lebih jauh, ia menyoroti bahwa infrastruktur produksi katapel uap di AS telah punah sejak kapal induk kelas Nimitz terakhir dibangun—tidak ada produsen aktif yang mampu membuatnya lagi. Untuk menghidupkan kembali lini produksi, Angkatan Laut harus membangun ulang seluruh rantai pasokan, yang diperkirakan memakan puluhan juta dolar dan bertahun-tahun. Senator Mark Kelly, mantan pilot Angkatan Laut, mengecam keputusan itu sebagai campur tangan yang tidak berdasar, menegaskan bahwa presiden bukan ahli teknis penerbangan dan sebaiknya fokus pada hal yang lebih dipahaminya.

Dengan kapal induk kelas Nimitz yang semakin menua dan mulai dipensiunkan, keterlambatan operasional USS Doris Miller berpotensi menciptakan jurang kekuatan laut AS di dekade mendatang.

Previous articleSuvenir HUT RI ke-81 di Istana Berisi Buku Prabowo dan Kelereng
Next articleArsenal Hancurkan Man City 3-0, Arteta Terkejut