Sumbawanews.com,- Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, UEA, Qatar, dan lainnya, untuk menandatangani Abraham Accords sebagai syarat perdamaian dengan Iran. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel ini penting untuk stabilitas Timur Tengah.
Abraham Accords adalah inisiatif perdamaian yang digagas Trump untuk mendorong hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab. Deklarasinya menekankan pentingnya dialog antaragama, toleransi, dan kerja sama regional. Namun, proyek ini dinilai memiliki tantangan besar, termasuk penolakan publik Arab terhadap Israel, terutama setelah serangan di Gaza yang menewaskan ribuan warga Palestina.
Menurut Omar Rahman dari Baker Institute, ada lima alasan mengapa inisiatif ini sulit berhasil: kurangnya nilai intrinsik, ketergantungan pada AS, risiko bagi negara Teluk, ketidakpopuleran di Timur Tengah, dan dinamika regional yang terus berubah. Survei Arab Opinion Index 2022 menunjukkan 84% responden menentang normalisasi hubungan dengan Israel.
Trump tetap optimis, tetapi realisasi kesepakatan ini masih diragukan mengingat kompleksitas politik dan sentimen anti-Israel yang kuat di dunia Arab.















