Sumbawanews.com,- Di tengah suasana formal Pertemuan Puncak G7 di Evian-les-Bains, Prancis, sejumlah momen diplomatik terasa tak biasa ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron selama lebih dari 13 detik — jauh lebih lama daripada saat ia bersalaman dengan suaminya, Presiden Emmanuel Macron.
Rekaman video yang beredar menunjukkan Trump, mengenakan setelan jas hitam, memegang erat tangan Brigitte yang mengenakan gaun putih elegan. Keduanya tampak berbincang ringan, sambil senyum tipis menghiasi wajah. Di belakang mereka, Presiden Macron dan sejumlah pemimpin dunia lainnya menunggu giliran untuk berjabat tangan, sebelum akhirnya bersama-sama berpose untuk foto resmi di halaman Istana Versailles.
Jabat tangan yang berlangsung lebih dari dua pertiga menit itu bukanlah kejadian spontan semata. Trump dikenal memiliki gaya komunikasi fisik yang dominan — bahkan pernah menjadi sorotan global saat ia memegang lengan Macron selama hampir 30 detik dalam pertemuan 2017, hingga membuat sang presiden Prancis terdorong ke samping. Kali ini, fokusnya beralih ke istri Macron, yang sebelumnya pernah menjadi sasaran kritik pedasnya.
Pada April lalu, Trump secara terbuka menyatakan bahwa Brigitte “memperlakukan Macron dengan sangat buruk,” merujuk pada sebuah video yang menunjukkan Brigitte tampak mendorong suaminya turun dari pesawat di Vietnam. Komentar itu memicu gelombang kecaman, namun Macron membantah bahwa tindakan itu bersifat serius, menyebutnya hanya “candaan keluarga.”
Kini, di tengah upaya membangun kembali citra diplomasi pasca-ketegangan, jabat tangan panjang itu dianggap sebagian pengamat sebagai sinyal halus: upaya Trump untuk menenangkan suasana, atau mungkin sekadar memperlihatkan kebiasaan pribadinya yang tak peduli dengan norma protokoler.
Tak ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Istana Elysée mengenai insiden ini. Namun, di media sosial, video tersebut langsung menjadi viral, dengan ribuan komentar membandingkannya dengan gaya interaksi Trump terhadap pemimpin dunia lain — dari Narendra Modi yang ia pegang lengan hingga Vladimir Putin yang ia abaikan sama sekali.
Dalam dunia diplomasi, jabat tangan bukan sekadar basa-basi. Ia adalah bahasa tubuh yang mengungkap kekuasaan, ketegangan, bahkan ketulusan. Dan kali ini, di bawah langit Prancis yang tenang, satu gerakan tangan selama 13 detik berhasil mengalahkan semua agenda resmi KTT G7 — dan menjadi momen yang paling diingat.















