Sumbawanews.com,- Lebih dari 72 ribu orang masuk ke Ceuta dalam waktu sekitar 24 jam pada akhir Juli 2026, namun puluhan jenazah tak pernah sampai ke daratan—mereka tenggelam di perairan antara Maroko dan kantong Spanyol itu. Hingga 14 Agustus 2026, lebih dari 60 mayat ditemukan dan dimakamkan di pemakaman Muslim Sidi Embarek tanpa identitas jelas. Hanya enam korban yang berhasil diidentifikasi, tiga melalui sidik jari dan tiga lainnya lewat tes DNA, semuanya pria dewasa berkewarganegaraan Maroko. Setiap jenazah yang belum dikenali dicatat dengan kode personal, diberi nomor makam, dan disegel agar bisa dieksumasi jika keluarga nanti membuktikan identitasnya melalui bukti ilmiah. Sementara itu, sekitar 5.000 hingga 8.000 migran masih bertahan di Ceuta, sebagian besar tinggal dalam kondisi terbatas di Pantai El TrampolĂn dan kawasan pinggiran. Pemerintah Spanyol telah menyiapkan empat fasilitas baru dengan kapasitas total 1.500 orang untuk menangani krisis kemanusiaan, sementara ratusan migran lainnya terus menggelar aksi menuntut suaka dan menolak dipulangkan ke Maroko.
Tragedi Ceuta: Ribuan Migran Tewas di Laut Usai Gagal Capai Eropa
Baca Juga:















