Sumbawanews.com,- BMKG mendeteksi siklon tropis Mekkhala berkembang di Laut Filipina, timur laut Filipina, sebagai kelanjutan dari bibit siklon 92W yang mulai terpantau oleh Tropical Cyclone Warning Center Jakarta sejak 19 Juni lalu. Meski intensitasnya diprediksi menurun dalam 24 jam ke depan, sistem ini tetap bertahan pada kategori empat—dengan kecepatan angin maksimum yang masih berpotensi mengganggu kondisi laut di sejumlah wilayah Indonesia.
Gelombang menengah setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik Utara Maluku. Ancaman ini bukan hanya bersifat lokal; BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi melanda perairan Samudra Hindia, mulai dari barat Bengkulu hingga selatan Yogyakarta, pada periode 23 hingga 26 Juni 2026.
Wilayah-wilayah tersebut berisiko mengalami gangguan pelayaran, terutama bagi kapal kecil dan nelayan tradisional. Meskipun Mekkhala tidak diperkirakan langsung menghampiri wilayah Indonesia, pergerakannya ke arah barat laut tetap memicu dinamika atmosfer yang mengganggu stabilitas cuaca laut di sekitar perbatasan timur Nusantara.
Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG untuk memastikan respons cepat terhadap kemungkinan perubahan lintasan atau intensitas. Masyarakat di pesisir diminta tetap waspada, terutama yang bergantung pada aktivitas maritim, sambil mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Siklon ini menjadi indikator baru akan meningkatnya frekuensi sistem cuaca ekstrem di kawasan Pasifik barat, yang semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim global.















