Sumbawanews.com,- Padang – Setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia musim lalu, Semen Padang FC tak mau berlama-lama di kasta kedua. Dengan tekad kuat meraih promosi instan, manajemen Kabau Sirah melancarkan serangkaian perekrutan masif di bursa transfer, membangun tim impian yang siap menggemparkan Championship 2026–2027.
Pelatih baru Nil Maizar, yang sebelumnya dikenal sebagai arsitek disiplin di berbagai klub papan tengah, langsung diberi mandat membangun kembali identitas tim. Bukan sekadar perubahan taktis, tapi revolusi personalia. Manajemen tak segan menggandeng pemain-pemain berpengalaman dari klub-klub besar, sekaligus mempertahankan potensi muda yang berkilau.
Sejumlah nama besar telah resmi bergabung: Muhammad Rahmat, eks bintang Bali United yang dikenal lincah di sayap; Ariyanto Maring, gelandang tangguh dari PSMS Medan; Otto Kapisa, bek berpostur tinggi dengan kemampuan bertahan klasik; dan Muhammad Hargianto, eks kapten PS Barito Putera yang membawa kestabilan di lini tengah. Di belakang, Irvan Mofu dari PSS Sleman dan Esteban Vizcarra, eks kiper PSIS Semarang yang pernah jadi andalan di Piala Indonesia, menjadi tulang punggung pertahanan.
Tak ketinggalan, Andre Pangestu, mantan pemain Timnas U-17 yang mencuri perhatian di ajang AFC U-17 Championship, dipercaya menjadi senjata tajam di lini depan. Sementara itu, kehadiran Bagas Kaffa—pemain yang sebelumnya dipinjamkan oleh Barito Putera—menjadi angin segar. Manajemen Barito secara resmi melepaskan pemain berusia 22 tahun itu demi menjaga menit bermainnya, sekaligus membuka peluangnya untuk kembali dipanggil ke tim nasional.
Presiden klub Andre Rosiade menegaskan, semua langkah ini bukan sekadar memenuhi syarat teknis, tapi bagian dari visi besar: kembalinya Semen Padang ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia dalam waktu sesingkat-singkatnya. “Kami tidak ingin hanya bertahan. Kami ingin menguasai. Kami ingin kembali menjadi raksasa di Sumatera dan menjadi ancaman nyata di Super League,” ujar Rosiade dalam konferensi pers di Stadion Haji Agus Salim.
Dengan kekuatan tim yang kini semakin seimbang antara pengalaman dan semangat muda, serta dukungan suporter setia yang tak pernah surut, Semen Padang bukan lagi tim yang hanya ingin bertahan. Mereka sedang membangun pasukan yang siap menaklukkan Championship—dan sekali lagi, mengibarkan bendera Kabau Sirah di puncak sepak bola nasional.















