Sumbawanews.com,- Seattle – Timnas Iran akhirnya mendapat keringanan signifikan dari otoritas Amerika Serikat menjelang laga krusial melawan Mesir di Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya dilarang tiba lebih dari satu hari sebelum pertandingan, tim Melli kini diizinkan memasuki AS dua hari sebelum laga, yang akan berlangsung di Lumen Field, Seattle, pada 27 Juni waktu Indonesia (26 Juni waktu setempat).
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS). “Untuk pertandingan ketiga Iran di Seattle, tim tersebut telah diizinkan masuk dua hari sebelum pertandingan,” ujar juru bicara DHS kepada ABC News, mengakhiri ketegangan berhari-hari yang sempat memicu protes keras dari federasi sepak bola Iran.
Sebelumnya, Iran harus menjalani aturan ketat: tiba hanya sehari sebelum laga melawan Selandia Baru dan Belgia, lalu langsung kembali ke Tijuana, Meksiko—markas sementara mereka selama turnamen. Kebijakan ini dianggap tim pelatih Amir Ghalenoei sebagai diskriminasi, bahkan sempat mengancam akan mengajukan keluhan resmi ke FIFA.
Namun, respons dari Gedung Putih membuka jalan. Andrew Giuliani, kepala gugus tugas Piala Dunia 2026, menyatakan semua isu logistik bisa dinegosiasikan. Keringanan visa ini menjadi bukti nyata bahwa AS merespons keluhan tersebut, bukan sekadar omong kosong.
Kini, Iran berada di posisi kedua Grup G dengan dua poin, sama dengan Belgia, dan hanya butuh satu kemenangan atas Mesir untuk memastikan lolos ke babak 32 besar. Laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola—ia menjadi ujian diplomasi, ketahanan mental, dan keadilan dalam olahraga global.
Dengan izin baru ini, para pemain Iran bisa menjalani latihan intensif di lingkungan yang lebih stabil, membangun ritme, dan menghindari kelelahan akibat perjalanan mendadak. Bagi tim yang telah berjuang keras di lapangan, keringanan ini adalah pengakuan bahwa mereka layak diperlakukan sebagai tim besar—bukan sebagai tamu yang dicurigai.















