Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Adhyaksa FC resmi menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan ekosistem sepak bola daerah, dengan klub berbasis Jakarta itu menetapkan Palangkaraya sebagai kandang resmi mulai musim 2026/2027. Kesepakatan ini ditandatangani pada Senin, 22 Juni 2026, dihadiri Gubernur Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, dan Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan.
Kerja sama ini bukan sekadar pemindahan markas, tapi langkah sistematis untuk membangun jenjang pembinaan pemain muda dari akar rumput hingga level profesional. Adhyaksa FC akan membawa Elite Pro Academy (EPA) — program unggulan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru — dengan jenjang usia U-16, U-18, dan U-20, yang akan beroperasi di Kalimantan Tengah. Tujuannya jelas: menciptakan jalur karier yang terstruktur bagi bakat-bakat lokal agar tidak lagi tercecer di tengah minimnya infrastruktur sepak bola di wilayah ini.
Eko Setyawan, yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2023–2027, menegaskan bahwa kehadiran Adhyaksa FC di Bumi Tambun Bungai adalah bentuk nyata pemerataan pembangunan sepak bola nasional. “Kalimantan Tengah adalah provinsi besar dengan potensi luar biasa. Kami ingin memberi tujuan dan jenjang yang jelas bagi anak-anak muda di sini. Bukan hanya sekadar punya tim, tapi punya masa depan,” ujarnya.
Selain menghadirkan tim senior yang berlaga di Super League, Adhyaksa FC juga berkomitmen memberikan masukan teknis kepada Pemprov Kalteng terkait kebutuhan infrastruktur lapangan, fasilitas latihan, dan sistem manajemen kompetisi di seluruh kabupaten dan kota. Eko menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tapi dari seberapa banyak pemain lokal yang bisa tembus ke tim nasional dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Kehadiran EPA di Kalteng diharapkan menjadi magnet bagi generasi muda yang selama ini hanya bisa bermimpi menjadi pemain profesional. Dengan pendekatan profesional, pelatih bersertifikasi, dan akses ke kompetisi nasional usia muda, klub ini berambisi menjadikan Kalimantan Tengah sebagai pabrik talenta baru sepak bola Indonesia.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Indonesia mulai bergerak dari sentralisasi Jawa ke arah pemerataan wilayah. Dengan kehadiran Adhyaksa FC, Kalimantan Tengah tidak lagi menjadi daerah pinggiran, tapi pusat baru yang menjanjikan bagi masa depan sepak bola nasional.















