Sumbawanews.com,- Republik Demokratik Kongo mencatat sejarah dengan menaklukkan Uzbekistan 3-1 dalam laga dramatis di Atlanta Stadium, Minggu (28/6/2026), sekaligus mengamankan tiket pertama mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan ini memastikan Leopards akan menghadapi Inggris di babak selanjutnya, Rabu mendatang, di kota yang sama.
Uzbekistan sempat membuat kejutan di babak pertama. Kapten Eldor Shomurodov membuka skor pada menit ke-10 lewat tendangan akurat dari sudut sempit, memanfaatkan umpan tumit Abbosbek Fayzullaev. Ini adalah gol pertama Uzbekistan dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. RD Kongo sempat menyamakan kedudukan lewat Nathanael Mbuku pada menit ke-17, tetapi gol itu dianulir VAR setelah wasit menilai Mbuku melakukan pelanggaran dalam proses serangan. Hingga turun minum, Uzbekistan unggul 1-0.
Namun, semangat Kongo meledak setelah istirahat. Di menit ke-51, Yoane Wissa menyamakan kedudukan lewat sundulan mematikan dari umpan silang lebar. Dua menit berselang, Fiston Mayele memberi keunggulan bagi tim Afrika itu dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Kedigdayaan Kongo tak berhenti di situ. Pada menit ke-72, Wissa kembali menjadi pahlawan dengan gol keduanya—sebuah tendangan bebas yang mengecoh kiper Uzbekistan, menutup kemenangan 3-1.
Kemenangan ini mengakhiri masa suram bagi Kongo di pentas dunia: sejak 2006, mereka belum pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia. Kini, dengan tiga poin dan posisi kedua di Grup K, mereka berhak menghadapi juara grup L—Inggris—yang tampil dominan sepanjang fase penyisihan.
Sementara itu, Uzbekistan yang sebelumnya berharap bisa mengejutkan, harus pulang dengan hati hancur. Mereka gagal menjadi tim kedua dari Asia yang lolos ke babak 32 besar, setelah Jepang dan Korea Selatan terlebih dahulu mengamankan tiket.
Dengan kemenangan ini, Kongo tidak hanya membawa pulang kebanggaan nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa tim-tim kecil bisa menulis sejarah jika bermain dengan tekad dan keberanian. Di Atlanta, bukan hanya pertandingan yang berakhir—tapi mimpi yang baru saja lahir.















