Sumbawanews.com,- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan militer skala besar yang bisa mengguncang front pertahanan Ukraina dalam waktu dekat. Informasi intelijen yang diterima pemerintah Kyiv menunjukkan adanya mobilisasi pasukan, peningkatan logistik, dan akumulasi senjata di wilayah perbatasan—tanda-tanda yang menurut Zelenskyy mengindikasikan rencana ofensif besar-besaran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran Telegram pada Jumat (29/5/2026), Zelenskyy mendesak sekutu internasional untuk segera memperkuat dukungan militer dan memperketat sanksi ekonomi terhadap Moskow. “Kami tidak bisa menunggu serangan itu datang baru bertindak,” ujarnya. “Pertahanan anti-balistik bukan lagi prioritas—ini adalah kebutuhan hidup mati.”
Ia menekankan bahwa sistem pertahanan udara modern, khususnya yang mampu menangkal rudal balistik dan serangan drone massal, menjadi titik lemah paling kritis. Tanpa tambahan sistem seperti Patriot, IRIS-T, atau NASAMS, Ukraina berisiko kehilangan kendali atas wilayah udara strategisnya, terutama di kawasan ibu kota dan pusat industri utama.
Selain itu, pemerintah Ukraina tengah menyusun paket sanksi baru yang akan diajukan ke Uni Eropa. Paket ini dirancang untuk menutup celah-celah yang masih dimanfaatkan pihak ketiga—termasuk perusahaan shell dan jalur perdagangan gelap—untuk menghindari pembatasan ekonomi yang telah diberlakukan sejak 2022. Tujuannya jelas: memutus aliran dana, teknologi, dan bahan baku yang mendukung mesin perang Rusia.
Pernyataan Zelenskyy muncul di tengah ketegangan yang terus memanas di garis depan. Serangan rudal dan drone berkelanjutan masih melanda kota-kota besar, sementara pasukan Rusia terus memperdalam posisi mereka di wilayah timur dan selatan. Tidak ada tanda-tanda bahwa Moskow berniat menghentikan operasi militer, bahkan setelah dua tahun konflik yang menghancurkan.
Dalam pertemuan tertutup dengan Menteri Luar Negeri Andriy Sybiha, Zelenskyy menegaskan bahwa waktu adalah musuh terbesar Ukraina. “Kami tidak meminta bantuan sebagai simpati. Kami meminta dukungan sebagai kebutuhan strategis,” katanya. “Jika dunia ingin Ukraina tetap berdiri, maka tindakan harus segera—bukan besok, bukan minggu depan, tapi sekarang.”
Diplomasi pun kini berjalan seiring dengan pertahanan. Zelenskyy berencana melakukan serangkaian kunjungan ke negara-negara Barat dalam waktu dekat, dengan fokus utama pada Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis. Tujuannya: memastikan komitmen jangka panjang, bukan hanya bantuan sementara.
Dengan perang yang telah mengubah peta geopolitik Eropa, peringatan Zelenskyy bukan sekadar pernyataan politik—ia adalah lonceng peringatan bagi dunia: serangan besar bisa datang kapan saja, dan ketiadaan respons akan berarti kehancuran yang lebih dalam.















