Home Serba Serbi Tekno Robotaxi Penuh Barang Hilang yang Aneh

Robotaxi Penuh Barang Hilang yang Aneh

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya kendaraan otonom di jalan-jalan kota besar, Uber melaporkan sejumlah barang tak biasa yang ditinggalkan penumpang di robotaxi—dari gigi palsu hingga bola bowling berat 15 pon. Untuk pertama kalinya, laporan tahunan Lost and Found Index Uber memasukkan data dari kendaraan tanpa pengemudi, menyusul meningkatnya jumlah armada otonom yang terintegrasi ke platformnya.

Di AS, robotaxi dari Waymo di Austin dan Atlanta, Motional di Las Vegas, hingga Avride di Dallas kini menjadi bagian dari layanan Uber. Meski hanya menyumbang kurang dari 1 persen dari total perjalanan, jumlah kejadian barang hilang di dalamnya cukup signifikan untuk dicatat. Yang paling umum tetaplah hal-hal biasa: ponsel, dompet, kunci, kacamata, dan paspor. Tapi yang menarik justru barang-barang tak terduga: seekor Beanie Baby berbentuk unicorn, sebuah boneka Squishmallow, poster penyanyi Charli XCX, topi truk bertuliskan “I Heart Hot Dads,” bahkan seekor bebek marmer hitam sebesar bola bowling.

Tak ketinggalan, sejumlah pakaian mewah dan unik juga ditinggalkan—mulai dari Crocs merah bergambar Sonic the Hedgehog, sweater Harley-Davidson, hingga topi bertuliskan “Emotional Support Human.” Beberapa penumpang bahkan lupa membawa tas dan dompet dari merek-merek mewah seperti Chanel, Louis Vuitton, Prada, hingga Gucci—termasuk selimut putih bermerek itu.

Proses pengembalian barang pun berbeda dari taksi konvensional. Penumpang yang kehilangan barang bisa melaporkannya lewat aplikasi, lalu berkomunikasi langsung dengan agen layanan pelanggan berbasis AS. Jika barang ditemukan, Uber akan mengirim kurir untuk mengembalikannya dengan biaya tetap $15, atau menawarkan opsi penjemputan langsung di depot tempat robotaxi diisi ulang dan dirawat. Proses ini dikelola melalui program Autonomous Solutions yang baru diluncurkan Uber untuk menyatukan standar operasional kendaraan otonom.

Amy Satrom, kepala global dukungan otonom di Uber, menegaskan bahwa perusahaan telah membangun sistem selama satu dekade untuk memulihkan barang hilang dengan cepat dan lancar. “Mesin bisa semakin canggih, tapi manusia tetap sama—lupa,” katanya.

Tak semua kejadian disebabkan oleh kelalaian penumpang. Seorang warga San Jose melaporkan bahwa Waymo justru meninggalkan koper miliknya di bandara setelah menurunkannya. Awalnya, perusahaan menolak menanggung biaya pengiriman ulang, tetapi setelah ceritanya viral di media lokal, Waymo berubah pikiran dan menanggung seluruh biaya pengiriman.

Dengan rencana memperluas layanan robotaxi ke 15 kota global pada akhir tahun ini—setengahnya di luar Amerika Serikat—dan target menjadi broker robotaxi terbesar dunia pada 2029, Uber semakin serius membangun infrastruktur pendukung. Namun, satu hal yang tak akan berubah: di mana pun manusia naik kendaraan, entah itu dikemudikan oleh manusia atau mesin, barang-barang aneh akan tetap ditinggalkan.

Previous articleMBG Akan Menyentuh Pelajar Indonesia di Jeddah?
Next articleIndonesia Akhiri Hukum Kolonial dengan RUU Hukum Perdata
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik