Sumbawanews.com,- Jakarta – Roblox resmi meluncurkan sistem verifikasi usia secara global, memperketat akses bagi pengguna di bawah 13 tahun. Langkah ini menyusul tekanan regulator dan tuntutan keamanan digital yang semakin mendesak di seluruh dunia.
Mulai pekan ini, pengguna baru yang mendaftar wajib memasukkan tanggal lahir mereka. Jika terdeteksi berusia di bawah 13 tahun, akun mereka secara otomatis diklasifikasikan sebagai “anak-anak” dan terkena pembatasan ketat: tidak bisa berinteraksi lewat chat, tidak diperbolehkan bergabung dalam game yang dirancang untuk remaja atau dewasa, serta tidak bisa melakukan pembelian dalam aplikasi tanpa otorisasi orang tua.
Sistem ini tidak hanya berlaku untuk pengguna baru. Roblox juga mulai memverifikasi ulang akun lama yang belum pernah mengisi informasi usia, dengan mengirim notifikasi melalui email atau aplikasi. Pengguna yang gagal memverifikasi dalam waktu 30 hari akan mengalami pembatasan fungsional serupa.
Perubahan ini menjadi puncak dari upaya Roblox selama dua tahun terakhir untuk menyesuaikan platformnya dengan regulasi seperti Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) di Amerika Serikat dan Undang-Undang Perlindungan Anak di Uni Eropa. Sebelumnya, sistem usia hanya diterapkan sebagian di beberapa wilayah, menyebabkan ketidakseragaman dan celah keamanan.
Perusahaan mengklaim, langkah ini bukan hanya kepatuhan hukum, tetapi juga komitmen terhadap keselamatan anak-anak. “Kami percaya setiap anak berhak bermain di dunia digital yang aman,” ujar perwakilan Roblox dalam pernyataan resminya. “Verifikasi usia adalah fondasi dari perlindungan yang konsisten dan berkelanjutan.”
Namun, kebijakan ini menuai kritik dari sebagian komunitas pengguna. Beberapa pemain mengeluh bahwa sistem verifikasi masih rentan dimanfaatkan dengan memasukkan data palsu. Sementara itu, orang tua di beberapa negara mengaku kesulitan memahami cara mengaktifkan kontrol orang tua yang kompleks.
Roblox menanggapi dengan janji akan terus menyempurnakan sistem, termasuk integrasi dengan verifikasi identitas berbasis dokumen resmi di masa depan. Untuk sementara, mereka mengandalkan algoritma perilaku dan laporan pengguna untuk mendeteksi akun yang mencurigakan.
Dengan kebijakan ini, Roblox menjadi salah satu platform game online terbesar yang secara resmi menerapkan batasan usia berbasis verifikasi mandiri—sebuah langkah yang mungkin akan menjadi tolok ukur bagi industri game digital global.















