Sumbawanews.com,- Seorang remaja ditemukan tewas dalam keadaan bersimbah darah di dalam parit Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kejadian ini terjadi pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 05.20 WIB, setelah diduga terjadi tawuran antargeng motor beberapa jam sebelumnya.
Babinsa Desa Marindal I, Sertu Mulyadi, mengatakan tubuh korban ditemukan tergeletak dalam posisi duduk di dasar parit, dengan sejumlah luka lebam dan memar yang mengindikasikan kekerasan berkelompok. Warga sekitar melaporkan bahwa sekitar pukul 04.45 WIB, terdengar suara teriakan dan bentrokan keras di lokasi yang sama, yang kemudian berakhir dengan keheningan mendadak.
Kapolsek Patumbak, Kompol Daulay Simamora, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan jejak luka pada tubuh korban, kuat dugaan korban adalah salah satu peserta tawuran antar geng motor. “Korban bukan orang asing di lokasi. Ada indikasi konflik berkepanjangan antar kelompok remaja yang sudah berlangsung beberapa minggu terakhir,” ujar Daulay.
Pihak kepolisian kini tengah mengidentifikasi identitas korban dan mengamankan dua remaja yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut. Kedua tersangka, yang masih berusia di bawah 18 tahun, berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian di sekitar wilayah perbatasan Patumbak dan Sibolangit.
Kepala Dusun Marindal I, yang turut memberikan keterangan, menyebut bahwa aksi tawuran bukan hal baru di kawasan itu. “Sering terjadi, terutama akhir pekan. Tapi ini yang paling parah. Ada yang bilang karena persaingan soal wilayah, ada juga yang bilang karena dendam lama,” katanya.
Korban, yang hingga kini belum diumumkan identitasnya, diduga pelajar SMA yang sering terlihat berkumpul bersama sekelompok remaja bermodalkan motor bebek dan helm warna-warni. Warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Anak itu biasa ramah, tapi sering ikut kelompok yang suka cari masalah.”
Pemeriksaan forensik oleh tim dari RSUD Deli Serdang sedang berlangsung untuk menentukan penyebab kematian pasti. Sementara itu, pihak kepolisian memperluas penyelidikan ke sejumlah titik rawan tawuran lain di Kabupaten Deli Serdang, termasuk kawasan pinggiran jalan raya yang kerap menjadi tempat pertemuan geng-geng remaja.
Kasus ini kembali menggugah perhatian publik terhadap maraknya kekerasan antargeng di kalangan remaja, yang sering dipicu oleh konflik sepele namun berujung pada tragedi tak terduga. Di tengah upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan program pencegahan remaja menyimpang, insiden ini menjadi pengingat keras: di balik setiap tawuran, ada nyawa yang tak sempat berbicara.















