Sumbawanews.com,- Bukan dengan uang, tapi dengan pertukaran pemain, Real Madrid dikabarkan sedang mematangkan rencana mendatangkan Khvicha Kvaratskhelia dari Paris Saint-Germain. Pemain asal Georgia itu menjadi incaran utama Los Blancos di bursa transfer musim panas 2026, dengan Vinicius Junior sebagai balasan yang diajukan.
Kvaratskhelia, yang bergabung dengan PSG pada Januari 2025, langsung membuktikan nilai investasi 59 juta poundsterling yang dikeluarkan klub ibu kota Prancis. Di musim 2025-2026, ia mencatatkan 19 gol dan 11 assist di semua kompetisi, menjadi mesin pencipta peluang sekaligus ujung tombak taktik Luis Enrique. Kontribusinya tak hanya menentukan keberhasilan PSG mempertahankan gelar Ligue 1, tetapi juga meraih trofi Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut.
Meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2029, sejumlah laporan media Spanyol menyebut Kvaratskhelia mulai mempertimbangkan masa depannya. Tekanan internal di PSG—yang dikabarkan aktif memburu penyerang baru seperti Yan Diomande dan Maghnes Akliouche—membuatnya merasa posisinya di lini depan bisa terancam. Di sisi lain, Real Madrid yang tengah memikirkan regenerasi di sayap kanan, melihat Kvaratskhelia sebagai solusi ideal untuk menggantikan Vinicius Junior, yang kini berusia 25 tahun dan menjadi salah satu pemain paling berharga di skuad.
Namun, peluang kesepakatan ini sangat tipis. Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, dikenal sangat enggan melepas aset inti, terutama pemain yang masih dalam masa puncak performa. Nilai pasar Kvaratskhelia diperkirakan jauh melampaui 100 juta poundsterling, bahkan lebih tinggi dari Bradley Barcola yang disebut hanya akan dilepas jika ada tawaran minimal 116 juta poundsterling. PSG tidak terdesak secara finansial, sehingga tidak ada tekanan untuk menjual.
Real Madrid sendiri belum secara resmi mengajukan tawaran pertukaran. Namun, opsi ini dianggap sebagai jalan keluar cerdas untuk menghindari pembayaran transfer besar sekaligus menjaga keseimbangan skuad. Jika terwujud, pertukaran Vinicius Jr. untuk Kvaratskhelia akan menjadi salah satu deal paling mengguncang Eropa dalam sejarah bursa transfer—bukan karena nilai uangnya, tapi karena simbolisme dua bintang sayap generasi terbaik yang saling bertukar warna jersey.















